Cegah Hoaks, Polri Diminta Jelaskan Kerusuhan di Mako Brimob

Rabu, 09 Mei 2018 - 12:58 WIB
Cegah Hoaks, Polri Diminta...
Cegah Hoaks, Polri Diminta Jelaskan Kerusuhan di Mako Brimob
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni yakin Polri akan menangkap dalang kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa 8 Mei 2018.

Sahroni juga mengimbau masyarakat tidak langsung memercayai berbagai informasi yang beredar di media sosial (medsos).

Dia percaya Polri tidak akan menutupi dan akan segera mengumumkan kronologi, motif, dan jumlah korban dalam peristiwa tersebut.

“Jangan langsung percaya dengan berbagai kabar ataupun foto yang beredar di media sosial. Saya yakin Polri akan segera menuntaskan kasus ini dan mengumumkan ke publik mengenai semua hal menyangkut kerusuhan ini, termasuk penyebab dan jumlah korban jiwa,” kata Sahroni.

Di sisi lain, Sahroni mengingatkan Polri harus bergerak cepat dalam menangani kasus ini untuk mencegah semakin banyaknya informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Menurut dia, jangan sampai masyarakat menerima informasi salah hingga terprovokasi atau berdampak pada lunturnya kepercayaan terhadap Polri. Terlebih kerusuhan ini terjadi di rutan yang berada di Mako Brimob.

Sahroni juga menyinggung tentang kabar adanya klaim dari ISIS yang mengaku mendalangi kerusuhan ini melalui aplikasi media sosial.

Menurut dia, jika pernyataan itu memiliki korelasi dengan kerusuhan di Rutan Brimob maka Polri dan pemerintah harus melakukan evaluasi terhadap pengamanan tahanan, khususnya yang terlibat dalam kasus terorisme.

"Sebaliknya bila tak berkaitan dengan ISIS, Polri harus segera menginformasikan kebenarannya secara detail agar publik tak termakan hasutan," tandasnya.

Hal ini dilontarkan Sahroni menanggapi pernyataan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono yang menjelaskan kerusuhan disebabkan persoalan nasi titipan keluarga tahanan.

Sahroni juga menilai pentingnya dilakukan evaluasi pengamanan di berbagai rutan, termasuk di Rutan Mako Brimob. Kerusuhan di lokasi ini diketahui bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya insiden keributan juga terjadi di rumah tahanan yang lekat dengan kasus terorisme ini pada 11 November 2017 silam.

Keributan ketika itu bermula saat petugas Densus 88 melakukan sweeping di sel-sel narapidana dan menyita sejumlah ponsel.

“Peristiwa kedua yang berlangsung dini hari mempertegas pentingnya dilakukan evaluasi pengamanan, apakah jumlah personel yang menjaga di rutan di tambah atau perlunya dilakukan langkah lain,” kata politikus Partai Nasdem ini
(dam)
Berita Terkait
41 Jenazah Korban Kebakaran...
41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Tiba di RS Polri, Polisi Berpakaian Preman Hilir Mudik
Bantu Proses Identifikasi...
Bantu Proses Identifikasi Korban Kebakaran Lapas Tangerang, Keluarga Berdatangan ke RS Polri
Berikut Lima Kasus Kebakaran...
Berikut Lima Kasus Kebakaran Hebat Lapas di Indonesia
Seluruh Korban Tewas...
Seluruh Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang Diidentifikasi di RS Polri
DVI Polri Kantongi 44...
DVI Polri Kantongi 44 Sampel DNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang
Polisi Panggil 25 Saksi...
Polisi Panggil 25 Saksi Kebakaran Lapas Tangerang, Calon Tersangka Mengerucut
Berita Terkini
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved