Dirjen PAS Akan Fokus Bangun Lapas Khusus Napi Berisiko Tinggi

Jum'at, 04 Mei 2018 - 20:59 WIB
Dirjen PAS Akan Fokus...
Dirjen PAS Akan Fokus Bangun Lapas Khusus Napi Berisiko Tinggi
A A A
JAKARTA - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mengangkat Sri Puguh Budi Utami sebagai Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) baru yang sebelumnya diduduki oleh Mardjoeki sebagai pelaksana tugas.

Seusai dilantik, Dirjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami mengatakan, dirinya akan fokus membangun lapas khusus untuk memenjarakan narapidana berisiko tinggi atau high risk.

Sri mengatakan, pembangunan Lapas high risk di Nusakambangan sudah mencapai 70 persen. Lapas itu, satu sel hanya ditempati seorang napi dengan pengawasan CCTV selama 24 jam.

"Sudah 70 persen, mudah-mudahan 2018 bisa diresmikan. Walau pun hanya satu blok," ujar Sri usai acara Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut, di Kantor Dirjen PAS, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

(Baca juga: Utami, Dirjen Pemasyarakatan Perempuan Pertama di Indonesia )

Napi high risk merupakan napi yang berkriteria dapat mengganggu keamanan lingkungan dan mengganggu pihaknya. Seperti napi teroris dan bandar narkotika dan obat-obatan.

"Misalnya napi teroris. Kemudian, napi narkoba yang bandar. Itu ditempatkan di lapas high risk," kata Sri, menegaskan.

Sri Puguh Budi Utami hari ini dilantik Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly sebagai Dirjen PAS. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Sekretaris Dirjen PAS.

Pelantikan dihadiri oleh Pimpinan Tinggi Madya, Staf Ahli Menteri, Staf Khusus Menteri, Penasehat Menteri, Pimpinan Tinggi Pratama dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM.

Sementara itu, pendahulu Sri Puguh, Mardjoeki menitipkan pesan agar bisa menghadapi tantangan yang semakin tidak surut dalam mengurus lembaga pemasyarakatan.

Dibutuhkan cara kerja yang cepat dan akurat untuk menghadapinya. “Sebuah tantangan tugas yang membutuhkan kesungguhan semangat yang lebih dan kemauan-kemauan untuk melakukan perubahan, karena dinamika di lapangan sangat cepat,” tuturnya.
(pur)
Berita Terkait
Di Depan 194 Negara,...
Di Depan 194 Negara, Menkum Supratman Umumkan Transformasi Digital Layanan Kekayaan Intelektual
Antasari Menyayangkan...
Antasari Menyayangkan Pernyataan Komnas HAM Soal Lapas Tangerang
Aspek Hukum dan HAM...
Aspek Hukum dan HAM tentang Penahanan
Komnas HAM Minta Kasus...
Komnas HAM Minta Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Diusut Tuntas
Komnas HAM Datangi Lapas...
Komnas HAM Datangi Lapas Kelas I Tangerang Lakukan Pemantauan Lapangan
Komnas HAM Ungkap Napi...
Komnas HAM Ungkap Napi Lapas Tangerang Akali Instalasi Listrik untuk Ponsel
Berita Terkini
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved