Pengamat: Gerindra Kunci Dukungan PKS lewat Pembentukan Sekber
Senin, 30 April 2018 - 13:00 WIB
Pengamat: Gerindra Kunci Dukungan PKS lewat Pembentukan Sekber
A
A
A
JAKARTA - Partai Gerindra dinilai tengah mengunci posisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) agar tetap menjadi "sekutu" pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.
Langkah itu tercermin pada pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) Gerindra-PKS, Jumat lalu.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan, Partai Gerindra masih membutuhkan mitra koalisi untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.
Dengan demikian, lanjut dia, Gerindra berkepentingan untuk mengunci posisi PKS sebagai calon mitra koalisi.
"Pembentukan Sekber ini upaya Gerindra mengunci PKS," kata Adi kepada SINDOnews, Senin (30/4/2018). (Baca juga: Hadiri Peresmian Sekber Gerindra-PKS, Hanafi Rais Jelaskan Sikap PAN )
Adi menilai PKS adalah salah satu partai penentu koalisi di luar kubu pendukung Joko Widodo (Jokowi). Menurut dia, Gerindra sangat berkepentingan untuk mengamankan dukungan dari partai pimpinan Sohibul Iman tersebut.
"PKS ini menjadi penentu apakah Prabowo bisa maju sebagai capres atau tidak," kata Adi.
Langkah itu tercermin pada pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) Gerindra-PKS, Jumat lalu.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan, Partai Gerindra masih membutuhkan mitra koalisi untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.
Dengan demikian, lanjut dia, Gerindra berkepentingan untuk mengunci posisi PKS sebagai calon mitra koalisi.
"Pembentukan Sekber ini upaya Gerindra mengunci PKS," kata Adi kepada SINDOnews, Senin (30/4/2018). (Baca juga: Hadiri Peresmian Sekber Gerindra-PKS, Hanafi Rais Jelaskan Sikap PAN )
Adi menilai PKS adalah salah satu partai penentu koalisi di luar kubu pendukung Joko Widodo (Jokowi). Menurut dia, Gerindra sangat berkepentingan untuk mengamankan dukungan dari partai pimpinan Sohibul Iman tersebut.
"PKS ini menjadi penentu apakah Prabowo bisa maju sebagai capres atau tidak," kata Adi.
(dam)