Bahas Rakhine, Wiranto Diundang ke Myanmar Bertemu Aung San Suu Kyi

Minggu, 29 April 2018 - 05:42 WIB
Bahas Rakhine, Wiranto...
Bahas Rakhine, Wiranto Diundang ke Myanmar Bertemu Aung San Suu Kyi
A A A
SINGAPURA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengaku mendapat undangan khusus dari Myanmar untuk bertemu dengan penasihat negara tersebut, Aung San Suu Kyi.

Undangan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Myanmar kepada Wiranto di sela-sela acara KTT ke-32 ASEAN di Singapura. “Ada undangan untuk saya ke Myanmar bertemu Aung San Suu Kyi,” ujar Wiranto, Sabtu (28/4/2018).

Mantan Panglima ABRI itu menilai undangan dari Suu Kyi sebagai hal yang wajar, mengingat selama ini Indonesia cukup aktif dalam membantu menyelesaikan konflik atau masalah-masalah pengembalian pengungsi Rohingya dari Bangladesh ke Rakhine State, Myanmar.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu bahkan sempat mengunjungi kamp-kamp pengungsian di Cox's Bazar, Bangladesh, untuk menunjukkan betapa tingginya kepedulian Indonesia terhadap persoalan tersebut.

“Indonesia istilahnya mengemban misi negara yang keempat untuk menjaga ketertiban dan perdamaian dunia, makanya presiden (Jokowi) datang ke sana (Bangladesh). Saya sebagai menteri yang membidangi masalah politik, hukum, dan keamanan mencoba untuk menjabarkan semangat presiden itu, bagaimana ikut membantu masalah kemanusiaan di Rakhine State bisa segera terselesaikan,” ujar Wiranto.

Menurut purnawirawan jenderal itu, undangan yang dia terima dari Suu Kyi kali ini berkemungkinan bakal berkaitan dengan persoalan Rakhine. Myanmar, kata Wiranto, akan meminta Indonesia untuk berbagi pengalaman dalam menyelesaikan persoalan dalam negeri tanpa mendatangkan akibat yang fatal.

“Jadi, undangan pada saya terkait dengan bagaimana Indonesia bisa memberikan pengalaman masa lalu yang barangkali dapat diterapkan di Myanmar,” ucapnya.

Dia menuturkan, Myanmar dapat membuka diri kepada Indonesia karena rasa percaya yang telah dibangun Presiden Jokowi. Iktikad baik kepala negara mampu meyakinkan bahwa posisi Indonesia netral dalam persoalan yang sedang terjadi di Myanmar.

Indonesia mengambil orientasi untuk membantu mengatasi persoalan internal Myanmar tanpa ada keinginan atau pretensi untuk melakukan infiltrasi ataupun intervensi.
(thm)
Berita Terkait
Menlu: PBB Mulai Lakukan...
Menlu: PBB Mulai Lakukan Pendataan Migran Rohingya di Aceh
Organisasi Rohingnya...
Organisasi Rohingnya Ungkapkan Terima Kasih Atas Penyelamatan Pengungsi di Aceh
Pemerintah Diminta Waspadai...
Pemerintah Diminta Waspadai Sindikat Pengungsi Rohingya
3 Tahun Berlalu, Pengungsi...
3 Tahun Berlalu, Pengungsi Rohingya Kian Menderita
24 Pengungsi Rohingya...
24 Pengungsi Rohingya Tenggelam di Malaysia
Bantu Pengungsi Rohingnya...
Bantu Pengungsi Rohingnya di Aceh, Kemlu Koordinasi dengan PBB
Berita Terkini
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved