PDIP Yakin Elektabilitas Jokowi Menuju 2019 Relatif Aman

Selasa, 24 April 2018 - 10:35 WIB
PDIP Yakin Elektabilitas...
PDIP Yakin Elektabilitas Jokowi Menuju 2019 Relatif Aman
A A A
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak terkejut dengan hasil survei yang menyatakan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) jauh melampaui bakal calon lainnya,

Hal itu diungkapkan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyikapi hasil survei Litbang Kompas mengenai elektabilitas sejumlah tokoh nasional yang diproyeksikan bakal menjadi calon presiden dan bakal calon wakil presiden 2019.

"(Hasil survei itu-red) sejalan dan signifikan dengan kinerja yang ditunjukan oleh masing-masing tokoh nasional tersebut," kata Andreas dalam keterangan persnya, Selasa (24/4/2018).

Andreas mengaku tidak terkejut dengan hasil survei yang menempatkan elektabilitas petahana Jokowi melaju sendirian, melampaui bakal calon lainnya. Hal ini dikatakannya berdasarkan atas karya dan kinerja yang sudah dibuktikan Jokowi dalam memimpin pemerintahan.

Sementara tokoh oposisi yang diharapkan muncul dari partai-partai di luar pemerintahan, kata dia, tidak memainkan peran dengan baik, dan cenderung menyerang pemerintah secara membabi buta tanpa argumentasi jelas.

Jika elektabilitas Jokowi dalam tiga bulan, enam bulan, bahkan setahun ke depan dalam posisi yang demikian, dia meyakini elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan meningkat terus melampaui 60%.

"Sehingga relatif aman menuju Pilpres 2019," ujarnya.

Kendati begitu, kata Andreas, partai politik yang sudah menyatakan dukungan kepada Jokowi harus tetap waspada. Sebab, tantangan terberat Jokowi bukan faktor calon penantangnya, melainkan isu, rumor dan slogan-slogan black campaign yang ditujukan kepada diri Jokowi.

Menurut dia, maraknya politik identitas dan populisme sebagai jalan pintas menyediakan panggung bagi "kompetitor" Jokowi dalam pemilihan presiden yang harus diwaspadai.

"Situasi ini yang kita hadapi dalam peta politik nasional saat ini adalah Jokowi sedang 'shadow boxing' menghadapi politik identitas dan populisme," ungkapnya.
(dam)
Berita Terkait
Bisa Usung Kader Sendiri,...
Bisa Usung Kader Sendiri, PDIP Belum Tertarik Bicara Koalisi 2024
Pilpres 2024, PDIP Siap...
Pilpres 2024, PDIP Siap Hadapi Dua atau Tiga Capres
Bakal Ada Tamu Kejutan...
Bakal Ada Tamu Kejutan di HUT ke-51 PDIP Besok, Siapa?
Soal Pilpres 2024, Bambang...
Soal Pilpres 2024, Bambang Pacul Ibaratkan PDIP Tim Kuat Piala Dunia
Rekam Jejak Suara PDIP...
Rekam Jejak Suara PDIP dari tahun 1999-2019, Pernah Mengalami Penurunan hingga Berhasil Kokoh di Puncak
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Berita Terkini
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved