Bantah Pernyataan Rommy, Fadli Zon: Gerindra Beda dengan Pemerintah
Senin, 16 April 2018 - 18:29 WIB
Bantah Pernyataan Rommy, Fadli Zon: Gerindra Beda dengan Pemerintah
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengingatkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy (Rommy) tidak mencampuri urusan partai lain.
Romi diminta lebih baik mengurusi PPP dan bakal calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) saja. "Saya kira saudara Rommy itu bagusnya mengurusi partainya sendiri. Mengurusi capresnya sendiri. Enggak usah mengurusi rumah tangga partai lain. Kan kompetisi makin keras," ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2018).
Hal demikian dikatakan Fadli menanggapi pertanyaan Romi yang mengungkap isu mengenai rencana Joko Widodo (Jokowi) berpasangan dengan Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. (Baca juga: Gus Rommy Ungkap Prabowo Ingin Dipinang Jokowi di Pilpres 2019 )
"Yang saya baca itu seolah Pak Prabowo mau ada melamar-lamar jadi cawapres, itu enggak benar," kata Fadli.
Dia pun membantah bahwa urungnya deklarasi Prabowo Subianto sebagai capres 2019 karena adanya tawaran posisi cawapres dari Presiden Jokowi. "Enggak ada, sama sekali itu enggak jadi konsideran," ungkapnya.
Fadli menjelaskan platform Partai Gerindra berbeda dengan pemerintah. "Kalau Pak Prabowo jadi presiden, pertumbuhan bisa kita bikin jadi 7%. Itu ada rumusnya dan ilmunya," ungkapnya.
Romi diminta lebih baik mengurusi PPP dan bakal calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) saja. "Saya kira saudara Rommy itu bagusnya mengurusi partainya sendiri. Mengurusi capresnya sendiri. Enggak usah mengurusi rumah tangga partai lain. Kan kompetisi makin keras," ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2018).
Hal demikian dikatakan Fadli menanggapi pertanyaan Romi yang mengungkap isu mengenai rencana Joko Widodo (Jokowi) berpasangan dengan Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. (Baca juga: Gus Rommy Ungkap Prabowo Ingin Dipinang Jokowi di Pilpres 2019 )
"Yang saya baca itu seolah Pak Prabowo mau ada melamar-lamar jadi cawapres, itu enggak benar," kata Fadli.
Dia pun membantah bahwa urungnya deklarasi Prabowo Subianto sebagai capres 2019 karena adanya tawaran posisi cawapres dari Presiden Jokowi. "Enggak ada, sama sekali itu enggak jadi konsideran," ungkapnya.
Fadli menjelaskan platform Partai Gerindra berbeda dengan pemerintah. "Kalau Pak Prabowo jadi presiden, pertumbuhan bisa kita bikin jadi 7%. Itu ada rumusnya dan ilmunya," ungkapnya.
(dam)