Ikuti Konferensi PBB, BKKBN Dorong Pengelolaan Migrasi

Senin, 16 April 2018 - 14:57 WIB
Ikuti Konferensi PBB,...
Ikuti Konferensi PBB, BKKBN Dorong Pengelolaan Migrasi
A A A
NEW YORK - Di era disrupsi saat ini, migrasi telah menjadi tren global. Karenanya migrasi perlu dikelola dengan baik dengan mempertimbangkan berbagai faktor pendorong, misalnya terbatasnya lapangan dan kesempatan kerja, kurangnya pemenuhan kebutuhan hidup, faktor keamanan, atau bencana.

“Migrasi ini pada akhirnya menimbulkan perubahan baik daerah asal maupun daerah penerima. Untuk itu berbagai upaya perbaikan perlu dilakukan baik di daerah asal maupun daerah yg dituju para migrant,” kata Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Muhammad Rizal Martua Damanik dalam Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan ke-51 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Konferensi tahunan tersebut digelar di kantor pusat PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (9 April 2018)-Jumat (13 April 2018). Konferensi diikuti 194 negara anggota PBB. Selama sidang, delegasi dari seluruh dunia membacakan statement yang mewakili negaranya masing-masing. Konferensi juga diisi dengan berbagai sesi presentasi dari para ahli terkait topik perencanaan tata kota, dan migrasi.

Damanik mengatakan, untuk mengurangi laju perpindahan penduduk dari desa penduduk ke kota, ekonomi perdesaan harus diperkuat. Kaum perempuan juga harus diberdayakan untuk mengambil peran tersebut.

”Sedangkan isu migrasi internasional harus ditangani secara bersama oleh negara terkait,” kata Damanik yang datang sebagai Ketua Delegasi Pemerintah RI, didampingi Kepala Pusat Pelatihan dan Kerja Sama Internasional Kependudukan dan KB (Pulin) BKKBN Hermansyah.

Meskipun Indonesia mengalami penurunan angka fertilitas total yang signifikan dari 2,6 (2012) menjadi 2,4 (2017), tantangan laju urbanisasi dan persentase penduduk tinggal di perkotaan sebesar 68% harus tetap diantisipasi. Pemerintah Indonesia telah menyusun Indeks Pembangunan Berwawasan Kependudukan (IPBK) yang diharapkan dapat menjawab tantangan pembangunan perkotaan yang bersinambungan.

“Grand design pembangunan kependudukan juga telah disusun sampai tingkat kabupaten/kota, yang diharapkan dapat menjawab salah satu tantangan perpindahan penduduk yang merata di seluruh wilayah negeri. Pemerintah melalui Kementerian Desa juga telah mengucurkan Alokasi Dana Desa (ADD) per tahun yang membantu mengembangkan ekonomi desa sehingga mencegah penduduk berpindah ke kota,” jelasnya.

MoU Kerja Sama PPD dan UNFPA
Dalam konferensi tersebut, Muhammad Rizal Martua Damanik juga turut menandatangani MoU antara United Nations Fund for Population Activities (UNFPA) dengan Partners in Population and Development (PPD). Dalam pertemuan dengan UNFPA, dibahas pula persiapan pelaksanaan konferensi internasional tentang Kerjasama Selatan Selatan Triangular (KSST) yang akan dilaksanakan 8-9 Agustus 2018 di Denpasar Bali.

Konferensi rencananya dihadiri sekitar 30 negara di Asia, Afrika dan Amerika Latin dengan tema Memperkuat Kerja Sama Selatan Selatan demi Mencapai Target SDGs 2030. “Konferensi ini akan diselenggarakan oleh BKKBN, bekerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan dan Bappenas sebagai 4 pilar KSST Pemerintah Indonesia, serta didukung oleh UNFPA Indonesia,” jelasnya.

Selama mengikuti konferensi dan pertemuan dengan UNFPA, Damanik juga berkesempatan beraudiensi dengan Kepala Perwakilan Tetap Pemerintah Indonesia untuk PBB (Watapri) Dian Triansjah Djani serta Konsultat Jenderal Pemerintah Indonesia di New York. Dalam pertemuam tersebut juga dibahas mengenai upaya Pemerintah Indonesia menggiatkan kembali kerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat dalam bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.

Pembicaraan spesifik yang dibahas antara lain tentang peningkatan kapasitas dan mutu SDM aparatur BKKBN melalui kerja sama pendidikan studi jangka panjang di Amerika Serikat. Dalam kaitan isu yang sama Ketua Delegasi RI juga berkesempatan beraudiensi dengan Kepala UNITAR, Badan PBB yang memberikan kursus jangka pendek bagi jajaran pemerintah.
(poe)
Berita Terkait
Indonesia Berhasil Meraih...
Indonesia Berhasil Meraih Penghargaan Kependudukan dari PBB
BKKBN Kembali Raih Penghargaan...
BKKBN Kembali Raih Penghargaan Tertinggi Dunia Bidang Kependudukan Setelah 33 Tahun
Indonesia Raih Penghargaan...
Indonesia Raih Penghargaan Kependudukan dari PBB
BKKBN Gandeng BIG Benahi...
BKKBN Gandeng BIG Benahi Data Kependudukan Indonesia
BKKBN Songsong Era Baru...
BKKBN Songsong Era Baru Keluarga Indonesia Maju
Kepala BKKBN: Kemiskinan...
Kepala BKKBN: Kemiskinan Jadi Salah Satu Sumber Kerusuhan
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved