Pemerintah Gandeng Swasta Bangun Wilayah Perbatasan

Minggu, 08 April 2018 - 09:43 WIB
Pemerintah Gandeng Swasta...
Pemerintah Gandeng Swasta Bangun Wilayah Perbatasan
A A A
JAKARTA - Pemerintah memastikan masyarakat di perbatasan dan Komunitas Adat Terpencil atau KAT dapat menikmati pemerataan pembangunan.

Percepatan pembangunan ini akan melibatkan banyak pihak seperti pemda setempat, swasta, hingga perguruan tinggi. Hal ini tidak lepas dari visi pembangunan pemerintah yang merujuk pada Nawacita yang salah satunya mengamanatkan pembangunan dari kawasan terluar, terpencil, dan tertinggal.

“Kesejahteraan rakyat di perbatasan adalah pertahanan paling efektif. Karena itulah, kami mengajak semua elemen termasuk swasta untuk ambil bagian. Dalam rangka itu pula kami berkeliling ke daerah perbatasan di 41 kabupa ten/kota," kata Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham saat memberikan keterangan di atas jembatan yang menghubungkan wilayah Indonesia dengan Timor Leste kemarin.

Wilayah perbatasan adalah wilayah terdepan yang menjadi “jendela” atau “show windows” Indonesia di mata dunia. Presiden Joko Widodo telah melakukan akselerasi pembangunan di wilayah perbatasan sehingga mampu mengubah wajah perbatasan menjadi beranda terdepan NKRI.

Terdapat 41 kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara tetangga berada di 13 wilayah provinsi yang tersebar dari Aceh yang berbatasan langsung dengan Malaysia sampai Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini.

“Saya memulai kunjungan dari Kabupaten Belu, selanjutnya secara bertahap semua akan saya kunjungi untuk memastikan bahwa bansos yang dialokasikan untuk daerah-daerah perbatasan tersalurkan sesuai dengan ketentuan," terangnya.

Pelaksana Tugas Dirjen Pemberdayaan Sosial Pepen Nazaruddin menambahkan, rapat koordinasi dimaksudkan untuk melihat langsung permasalahan yang berkembang di perbatasan dan menghimpun masukan. "Jika identifikasi masalah bisa dilakukan dengan baik, selanjutnya bisa dicarikan solusinya untuk mempercepat pembangunan," katanya.

Dari Kabupaten Belu, yang sudah teridentifikasi adalah penanganan kebutuhan sosial lanjut usia dan anak-anak dari para eks pengungsi Timor Timur. "Ini adalah masalah yang berada dalam domain Kemensos. Bila terinventarisasi masalah di luar domain kementerian lain maka akan dikoordinasikan di tingkat lebih tinggi," kata Pepen. (Okezone)
(nfl)
Berita Terkait
Kemendagri Sukses Gelar...
Kemendagri Sukses Gelar Perundingan Kerja Sama Perbatasan Darat Indonesia-Papua Nugini
8 Perbatasan Negara...
8 Perbatasan Negara Paling Mengerikan Se-Asia
Kisruh Peta Baru China,...
Kisruh Peta Baru China, Rusia Tegaskan Tak Punya Konflik Perbatasan dengan Beijing
Sekretaris BNPP: Pengelolaan...
Sekretaris BNPP: Pengelolaan Perbatasan Harus Seimbang antara Keamanan dan Kesejahteraan
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Ekspansi China di Perbatasan yang Disengketakan dengan India
Jajaran BNPP Didorong...
Jajaran BNPP Didorong Lakukan Branding Pengelolaan Perbatasan
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H / 2026 M untuk Wilayah Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved