Kapolri Minta Jajaran Kedepankan Promoter demi Legitimasi Rakyat

Selasa, 03 April 2018 - 17:49 WIB
Kapolri Minta Jajaran...
Kapolri Minta Jajaran Kedepankan Promoter demi Legitimasi Rakyat
A A A
BANDUNG - Seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diminta mengedepankan kinerja profesional, modern, dan terpercaya (promoter) demi mendapatkan legitimasi masyarakat.

Kapolri Jenderal Pol M Tito Karnavian mengatakan, reformasi birokrasi dalam lembaga kepolisian terus dilakukan sejak dua tahun terakhir. Lewat program promoter, sejumlah satuan di tubuh Polri melakukan reformasi birokrasi dengan baik. Ini dilakukan agar Polri meraih legitimasi dari masyarakat.

"Reformasi birokrasi merupakan tuntutan jaman dari situasi bangsa saat ini, dan harus berjalan sampai ke level organisasi Polri di wilayah," kata Tito saat memberi sambutan penandatanganan MoU keputusan bersama tentang tata cara zona integritas, menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi melayani di Aula Muryono, Polda Jabar, Selasa (3/4/2018).

Polri yang bekerja sama dengan Kemenpan RB, melakukan penilaian terhadap satuan kerja dan satuan wilayah agar melakukan perubahan. "Penilaian dilakukan untuk mengubah mindset birokratnya dan sistem kerja lebih baik, terperinci, transparan, dan humanis," ujar dia.

Tito lalu menyarankan para Kapolres di seluruh Indonesia agar membaca buku Demokratik Polri karangannya. "Ada buku khusus karangan saya dengan judul Demokratik Polri, disitu dibahas tentang pendekatan kasatwil dalam menjalankan fungsi sebagai anggota Polri sesuai promoter," tutur Tito.

Dalam buku tersebut, ada dua sisi pemahaman sebagai anggota polri. Yakni harus bisa mengedapankan profesionalitas hukum dan legitimasi masyarakat.

"Ada satu kasus di Lampung, di mana Polsek setempat menangkap kepala desa lalu masyarakat mengamuk dan menyerang markas polsek. Kapoldanya telepon saya bahwa situasi mencekam. Saya hanya menilai dari kasus di Lampung itu legitimasi rakyat belum kuat. Ini menjadi pola agar dipahami oleh seluruh Kasatwil," ungkap Kapolri.

Titi memahami situasi di lapangan yang begitu kompleks. Namun harus dicermati mendalam. "Jadi penanganan seperti di Lampung itu bukan salah, hanya tidak tepat. Sekarang bukan lagi jamannya kekuatan (power of abuse) melainkan pendekatam secara persuasif, agar legitimasi masyarakat bisa kita dapatkan," kata Tito.
(pur)
Berita Terkait
Deretan Pedoman Polri...
Deretan Pedoman Polri dalam Menjamin Profesionalitas dan Netralitas di Pemilu 2024
Timses Pramono-Rano...
Timses Pramono-Rano Apresiasi Profesionalitas TNI-Polri di Pilkada Jakarta
PPP Sebut Revisi UU...
PPP Sebut Revisi UU ITE Bisa Jadi Bagian dari Profesionalitas Polri
Pemeriksaan Kesehatan...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT ke-79 Polri saat CFD Jakarta
Seleksi Penerimaan Anggota...
Seleksi Penerimaan Anggota Polri di Pontianak
Rapat Perdana Komisi...
Rapat Perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri
Berita Terkini
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Infografis
Daftar 7 Wakapolda Baru...
Daftar 7 Wakapolda Baru Pilihan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo  
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved