Sempat Ditahan Perusahaan Bus, KUH Berhasil Pulangkan 84 Jamaah Umrah

Sabtu, 31 Maret 2018 - 08:41 WIB
Sempat Ditahan Perusahaan...
Sempat Ditahan Perusahaan Bus, KUH Berhasil Pulangkan 84 Jamaah Umrah
A A A
JEDDAH - Sebanyak 84 jamaah umrah berhasil dipulangkan Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah ke Tanah Air. Sebelumnya mereka sempat tertahan di kantor perusahaan bus yang berada di perbatasan Jeddah-Mekkah karena persoalan pembayaran yang belum tuntas oleh pihak travel, yakni PT Bumi Minang Pertiwi (BMP).

"Alhamdulillahah bisa check-in, beli zamzam bagi semua jamaah berkat bantuan Kantor Urusan Haji KJRI,” ucap Pascasa Putra selaku Tour Leader (TL) travel PT Bumi Minang Pertiwi kepada Ahmad Dumyathi Bashori dari Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah pukul 16.30 waktu Arab Saudi (Jumat, 30/3/2018).

Dumyathi mendatangi Bandara Internasional King Abdul Aziz Hajj Terminal Jeddah didampingi Amin Handoyo disertai Yan Fathurrahman, Eddy Suprapto, Zaki Mubarak, dan Eka Saputra sebagai bagian dari tim penanganan kasus umrah KUH KJRI Jeddah guna memastikan ke-84 orang jamaah yang dikabarkan tertahan lebih dari 3 jam di kantor perusahaan bis Rabithat Makkah di perbatasan Mekkah-Jeddah.

Dikabarkan jamaah telah berangkat dari Hotel Elaf Jiyad pukul 10.00 waktu setempat. Informasi yang diterima Dumyathi dari staf pelaporan dan penanganan umrah Muhammad Syafii melalui saluran telepon, bahwa 45 paspor jemaah ditahan oleh WNI yang semula diduga bekerja di perusahaan bus tersebut. “Paspor jamaah ditahan WNI yang bekerja di Rabithat Makkah (RM) pak!”, ucap Syafii.

Dari keterangan Syafii bus diberhentikan di tengah jalan oleh WNI bernama Mustafa tepatnya di wilayah Bahrah. Dia meminta agar sopir mengumpulkan paspor jamaah dan memutar balik arah laju bus yang semula menuju Jeddah kembali ke arah Makkah yaitu di kantor perusahaan RM.

Laporan ini spontan membuat Dumyathi meminta Syafii untuk merekam aksi penahanan paspor di atas sebagai bukti tindakan yang tidak patut terjadi terhadap dokumen negara. “Tolong videokan penahanan paspor itu dan saya akan segera cross check kepada pihak perusahaan,” pinta Dumyathi kepada Syafii yang terus mendampingi jamaah sejak kejadian muncul kemarin di Hotel Elaf Jiyad Kamis (29/3/2018).

Setelah konfimasi kepada perusahaan bus RM sebagai salah satu armada pengangkut jamaah haji Indonesia, RM tidak mengakui bila WNI di atas ada huhungan dengannya. Diperoleh penjelasan kemudian kalau WNI tersebut seorang penanggungjawab handling jemaah BMP untuk wilayah Mekkah. “WNI yang menahan paspor jamaah ternyata handling pak!” ungkapnya kepada Dumyathi melalui saluran telpon setelah menerima penjelasan pihak RM.

Namun faktanya, ke 45 paspor dikembalikan setelah pihak Muassasah Sagadif selaku provider visa bagi jamaah travel BMP memberikan jaminan pelunasan tunggakan BMP kepada RM yang katanya sekitar SAR60.000.

Tindakan Sagadif dilakukan setelah pihak Kementerian Haji dan Umrah Saudi melalui Waleed Mukeed mengintervensi meminta Sagadif untuk menyelesaikan persoalan biaya yang diminta perusahaan RM. Kementerian Haji Saudi pun secara proaktif turun rembuk menyelesaikan kasus ini setelah menerima pengaduan KUH yang mendapati persoalan ini sulit diselesaikan tanpa andil kementerian.

Setelah mendapat informasi dari Syafii jamaah sudah bergerak ke bandara, Tim Penanganan Kasus Umrah KUH KJRI berhasil menemui jamaah yang akan diterbangkan dengan maskapai SV 816 pukul 19.19 dari terminal haji menuju Jakarta berjumlah 39 orang jamaah.

Adapun ke 45 orang jamaah lainnya juga diketahui sudah check-in melalui komunikasi Whatssap dengan TL bernama Liva. "Alhamdulillah kami sudah selesai check-in dan sekarang sudah d ruang tunggu pak...", tulis Liva pukul 19.56.

Diperoleh keterangan bila 84 orang jamaah membayar paket umrah 10 dengan biaya variatif. Ada yang bayar Rp22,5 juta, Rp20 juta dan ada juga Rp19,5 juta. "Tergantung jadwal mendaftarnya," jelas TL BMP ini kepada KUH.

Penanganan kasus jamaah umrah BMP dilakukan KUH KJRI setelah Dumyathi menerima pesan Whatssap dari seseorang mengaku bernama Marwan dari Padang pukul 14:18 (29/3/2018), bahwa ada 45 orang jamaah asal Padang terkatung-katung di Hotel Elaf Jiyad Makkah.
(pur)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
Berita Terkini
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Infografis
Dalam Semalam, 100 Drone...
Dalam Semalam, 100 Drone Ukraina Berhasil Jatuh di Wilayah Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved