Setnov Seret Puan dan Pramono, Fahri Hamzah: Ini Festival Baru

Kamis, 22 Maret 2018 - 15:50 WIB
Setnov Seret Puan dan...
Setnov Seret Puan dan Pramono, Fahri Hamzah: Ini Festival Baru
A A A
JAKARTA - Tindakan mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) yang menyebut dua Politikus PDIP, Puan Maharani dan Pramono Anung menerima uang sebanyak USD500 Ribu dalam proyek pengadaan e-KTP disindir Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Fahri menilai tindakan Setnov itu merupakan festival baru setelah terpidana kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin melakukan hal yang sama sebelumnya.

"Ini another sensation. Festival baru. Tapi apa manfaatnya buat kita, fokus kita kerugian negara," ujar Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Hingga kini, dia masih tidak percaya dengan klaim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut kasus dugaan korupsi proyek e-KTP merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun. "Ngomong kerugian negara Rp2,3 triliun darimana? Itu tadi teorinya. Fokus pada audit, nanti semua kena sandera dan semua sudah kena sandera sekarang," paparnya.

Legislator asal daerah Nusa Tenggara Barat ini pun menilai Setya Novanto kini tidak jauh berbeda dengan Nazaruddin. Dia pun menduga bahwa KPK sedang menciptakan aktor baru untuk sensasi yang baru setelah Nazaruddin.

"Istilahnya menciptakan aktor baru dan sensasi baru, apa yang baru, enggak ada yang baru, tadinya Pak Novanto dibilangin terima uang setengah triliun, sekarang sisanya tinggal Rp5 miliar, kan bohong namanya. Artinya KPK produsen hoaks paling besar di dunia," tandas Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Adapun Setya Novanto menyebut nama Puan Maharani dan Pramono Anung itu dalam sidang pemeriksaan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta tadi.
(kri)
Berita Terkait
KPK Panggil Tannos terkait...
KPK Panggil Tannos terkait Kasus Korupsi E-KTP
Praswad Nugraha: Paulus...
Praswad Nugraha: Paulus Tannos Ditangkap KPK Singapura jadi Peringatan bagi Para Buron
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Korupsi Pengadaan E-KTP Kemendagri
Dalami Kasus Korupsi...
Dalami Kasus Korupsi E-KTP, KPK Panggil Pegawai Kemendagri
KPK Akan Hadirkan Jamdatun...
KPK Akan Hadirkan Jamdatun Kejagung dalam Sidang Paulus Tannos di Singapura
Antrian E KTP Ricuh
Antrian E KTP Ricuh
Berita Terkini
Menhut Ngaku Sempat...
Menhut Ngaku Sempat Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing: Sudah Dikembalikan 17 Hari sebelum OTT
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Tiba di KPK usai Kena OTT
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
3 Pejabat Bea Cukai...
3 Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp63,5 Miliar Terkait Kasus Impor Barang
Petisi Ahli Tampung...
Petisi Ahli Tampung Seluruh Masukan Organisasi Hukum Terkait RUU Advokat
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved