Jokowi Sebaiknya Didampingi Santri yang Paham Ekonomi

Senin, 19 Maret 2018 - 09:26 WIB
Jokowi Sebaiknya Didampingi...
Jokowi Sebaiknya Didampingi Santri yang Paham Ekonomi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan memiliki calon wakil presiden (cawapres) yang memiliki kekuatan politik dan kemampuan di bidang ekonomi. Alasannya, figur wapres harus mampu menjadi pejembatan komunikasi politik bagi pemerintah terhadap parlemen dan kekuatan lainnya serta domain kerja wapres lebih banyak di bidang ekonomi.

Seperti Megawati didampingi Hamzah Haz yang juga ekonomi, SBY didampingi Jusuf Kalla praktisi ekonomi, SBY didampingi Boediono ekonom serta Jokowi didampingi Jusuf Kalla praktisi ekonomi. Peneliti Forum Kajian Islam dan Politik UIN Sunan Kalijaga M Affan Hasyim mengatakan, Pilpres 2019 menjadi tantangan tersendiri bagi Jokowi sebagai petahana.

Sebab, selain gempuran dari kelompok pemilih muslim, juga kondisi ekonomi global berpengaruh terhadap performance pemerintahan Jokowi. Maka dari itu, diperlukan cawapres yang merepresentasikan politik islam serta menguasai bidang ekonomi. Juga harus memiliki kekuatan politik.

"Kenapa santri? hal ini sekaligus untuk menutup peluang gempuran dari kalangan pemilih Islam dan ini segmen mayoritas. Lalu dicari figur yang paham tentang ekonomi untuk bisa membantu menstabilkan laju ekonomi di Indonesia," kata Affan sesuai diskusi "Meneropong Politik dan Ekonomi di Tahun Politik" yang digelar Rumah Demokrasi Klepean Centre (RDKC), pada Minggu, 18 Maret 2018 malam tadi.

Dia melanjutkan, untuk mencari figur tersebut memang perlu waktu bagi tim Jokowi melakukan analisa. Hanya saja, pihaknya memberikan gambaran bahwa santri yang berlatar belakang pelaku ekonomi sudah banyak. Lalu dia menyebut nama Choirul Tanjung yang suskes dengan CT Corp, Yusuf Mansyur yang sukses mengembangkan Pay-Tren, Romahurmuziy (Rommy) yang membidangi ekonomi keuangan dan memiliki usaha dengan ribuan karyawan.

Dari tiga nama tersebut, Affan melihat peluang Rommy lebih besar. Alasannya, selain mumpuni di bidang ekonomi, juga santri dan menakhodai partai politik."Konstitusi kita mengharuskan pasangan capres-cawapres berangkat dari parpol. Di banding dua nama lainnya, Rommy lebih unggul," terang pengajar di beberapa perguruan tinggi ini.

Ditanya mengenai Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang juga berlatarbelakang santri, Affan menilai peluangnya semakin kecil. Alasannya, manuver politik PKB yang terkesan mengintervensi Jokowi dalam penentuan cawapres bakal menjadi sandungan.

Selain itu, meskipun mewakili politisi santri tapi penguasaan Cak Imin terhadap bidang ekonomi belum tampak. Ditambah, sejauh ini PKB belum resmi mengusung Jokowi pada Pemilu 2019. "Yang terlihat justru mengesankan Cak Imin ambisius dan itu kontraproduktif," pungkasnya.
(whb)
Berita Terkait
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: Mayoritas Pemilih Jokowi di Pilpres 2019 Dukung Ganjar-Mahfud
Ganjar Cerita Kedekatan...
Ganjar Cerita Kedekatan dengan Mahfud MD, Diskusi Cawapres Jokowi di Pilpres 2019
Kantor TPN Ganjar Pakai...
Kantor TPN Ganjar Pakai Markas Pemenangan Jokowi di Pilpres 2019
KAMI Tak Ambil Pusing...
KAMI Tak Ambil Pusing Dengar Nyinyiran Pendukung Pemerintah
Survei LSJ: 40,6 Persen...
Survei LSJ: 40,6 Persen Pendukung Jokowi di Pilpres 2019 Merapat ke Prabowo
Berita Terkini
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved