Mendagri Nilai Fitnah terhadap Jokowi-JK Sudah Membabi Buta

Rabu, 07 Maret 2018 - 12:41 WIB
Mendagri Nilai Fitnah...
Mendagri Nilai Fitnah terhadap Jokowi-JK Sudah Membabi Buta
A A A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebut Pemerintaha Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) kerap menjadi sasaran isu-isu miring dan serangan fitnah pada tahun politik.

Tjahjo menilai, fitnah yang dialamatkan kepada Jokowi-JK dilakukan secara membabi buta, tanpa mengindahkan norma-norma dan budaya yang dianut di Indonesia, terlebih fitnah disebarkan melalui media sosial (medsos).

"Bayangkan di dalam medsos itu seseorang bisa menuduh Presiden dengan keji, 'hati-hati itu PKI'. Padahal PKI organisasi yang dilarang di Indonesia. Ajaran Komunis, Leninisme, Marxisme itu dilarang. Itu sudah ditegaskan dalam UU Ormas," tutur Tjahjo saat memberikan dalam Rakornas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Selain itu, lanjut Tjahjo, fenomena ujaran kebencian yang mengarah kepada isu suku agama ras dan antaragama (SARA) juga dianggap massif mengisi lini massa jelang tahun politik 2019 mendatang.

Padahal, kata dia, sejatinya pemilu merupakan ajang demokrasi untuk menguji prestasi, tanpa menghujat dan mengumbar kebencian, apalagi memunculkan isu SARA.

"Kok masih ada orang yang menuduh ini itu PKI. Kalau benar ada tunjukan dong, laporkan, dan sertakan dengan bukti dan indikasi itu. Jangan hanya memfitnah," ucapnya dengan nada kesal.

Tjahjo juga sempat menyinggung Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang dianggapnya rajin mengkritik pemerintahan Jokowi-JK.

Bagi dia, kritik tersebut dianggap wajar dalam iklim demokrasi. Namun lebih dari itu, sambung dia, kritik disampaikan dengan cara konstruktif, bukan berdasarkan asumsi apalagi menjurus fitnah.

"Memang tugas oposisi kan mengkritik. Saudara Fadli Zon mau mengkritik setiap hari, silakan kritik, memang dia anggota DPR dan oposisi, memang tugasnya mengkritik, tidak ada masalah. Tapi buktikan kritik itu. Beda lho ya mengkritik dan menghina," ucapnya.
(dam)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved