Mekanisme Penambahan Kursi Pimpinan MPR Diprotes

Kamis, 08 Februari 2018 - 19:12 WIB
Mekanisme Penambahan...
Mekanisme Penambahan Kursi Pimpinan MPR Diprotes
A A A
JAKARTA - Mekanisme penambahan satu kursi pimpinan DPR, tiga pimpinan MPR, dan satu kursi pimpinan DPD dalam revisi Undang-undang Nomor 7 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) dikritik Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sebab, mekanismenya dianggap melanggar putusan MK Nomor 117/PUU-VII/2009.

"Kita sih pada intinya tidak ada persoalan mau nambah. Tetapi, mekanisme penambahan itu yang kita persoalkan," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi kepada SINDOnews di Gedung SINDO, Jakarta, Kamis (8/2/2018).
Karena, kata dia, dalam rapat Badan Legislasi (Baleg) DPR hingga dini hari tadi ada satu frasa 'diberikan' dalam penambahan kursi pimpinan MPR. "Frasa 'diberikan' itu melanggar putusan Mahkamah Konstitusi," papar anggota Komisi II DPR ini. Karena, lanjut dia, DPD sebagai bagian dari MPR itu juga harus didengar pendapatnya.

"Maka sebaiknya frasa 'diberikan' itu dikembalikan ke ketentuan Mahkamah Konstitusi yakni dipilih atau ditetapkan dalam rapat permusyawaratan dalam sidang paripurna gitu lho. Tidak bisa diberikan begitu saja, itu melanggar putusan Mahkamah Konstitusi," ungkapnya.

Dia mempersilakan penambahan kursi pimpinan parlemen sesuai kebutuhan. "Itu sah-sah saja lah. Mau ditambah silakan asal anggaran negaranya mencukupi. Cuma lebih kepada mekanisme itu sendiri yang kita tolak," tuturnya.
(pur)
Berita Terkait
DPR Kutuk Keras Pencaplokan...
DPR Kutuk Keras Pencaplokan Tepi Barat Palestina oleh Israel
PPP Gandeng PKS Kawal...
PPP Gandeng PKS Kawal Isu-isu Keumatan
PPP Tak Ingin Ambang...
PPP Tak Ingin Ambang Batas Parlemen Naik
PPP Usulkan Klausul...
PPP Usulkan Klausul Koperasi Syariah Masuk RUU Ciptaker
Suara PPP sejak Pemilu...
Suara PPP sejak Pemilu 1999 hingga 2019, Kini Miliki 19 Anggota DPR
Sumbar Butuh Anggota...
Sumbar Butuh Anggota DPR Ini di Pemerintahan untuk Majukan Pembangunan
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Begini Tips untuk Mendapatkan...
Begini Tips untuk Mendapatkan Kursi First Class Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved