Jokowi Klaim Singapura-Malaysia Apresiasi RI Bisa Tekan Karhutla
Selasa, 06 Februari 2018 - 14:44 WIB
Jokowi Klaim Singapura-Malaysia Apresiasi RI Bisa Tekan Karhutla
A
A
A
JAKARTA - Keberhasilan pemerintah Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mendapatkan apresiasi dari PM Singapura Lee Hsien Loong dan PM Malaysia Najib Razak.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pengarahan penanganan karhutla mengatakan, dia sering mendapat komplain dari kepala pemerintahan dua negara tetangga tersebut. Namun dalam ASEAN Summit beberapa waktu lalu, Jokowi mengaku mendapat apresiasi.
"Biasanya 2015 bertemu PM Singapura, PM Malaysia, pasti komplain asap. Tapi 2016 dan 2017 ketemu terkahir di India, dua orang PM salami kita," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018).
Jokowi mengatakan tak akan kompromi bila terjadi karhutla di tahun 2018. Dia memberikan sanksi tegas kepada Kapolda dan Pangdam bila di wilayahnya terjadi kebakaran. Dia menilai, langkah tegas tersebut efektif dalam gerakan satgas karhutla di lapangan.
"Kalau di wilayah saudara ada kebakaran dan tidak tertangani aturannya Masih sama, masih ingat? Dicopot! Saya tinggal telepon Panglima, ganti Pangdam. Saya tinggal telepon Kapolri, ganti Kapolda," tegas Jokowi.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pengarahan penanganan karhutla mengatakan, dia sering mendapat komplain dari kepala pemerintahan dua negara tetangga tersebut. Namun dalam ASEAN Summit beberapa waktu lalu, Jokowi mengaku mendapat apresiasi.
"Biasanya 2015 bertemu PM Singapura, PM Malaysia, pasti komplain asap. Tapi 2016 dan 2017 ketemu terkahir di India, dua orang PM salami kita," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018).
Jokowi mengatakan tak akan kompromi bila terjadi karhutla di tahun 2018. Dia memberikan sanksi tegas kepada Kapolda dan Pangdam bila di wilayahnya terjadi kebakaran. Dia menilai, langkah tegas tersebut efektif dalam gerakan satgas karhutla di lapangan.
"Kalau di wilayah saudara ada kebakaran dan tidak tertangani aturannya Masih sama, masih ingat? Dicopot! Saya tinggal telepon Panglima, ganti Pangdam. Saya tinggal telepon Kapolri, ganti Kapolda," tegas Jokowi.
(maf)