Berkumpul di Yogya, Politisi Senior PPP Dorong Islah Lewat Muslub

Selasa, 30 Januari 2018 - 09:29 WIB
Berkumpul di Yogya,...
Berkumpul di Yogya, Politisi Senior PPP Dorong Islah Lewat Muslub
A A A
YOGYAKARTA - Sejumlah politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari dua kubu yang bertikai menggelar pertemuan di Kantor DPW PPP DIY, Jalan Tentara Rakyat Mataram, Yogyakarta, Senin (29/1/2018).

Politisi senior PPP yang hadir di Yogya antara lain Mudrick 'Mega Bintang' Sangidoe, Prof Tamam Ahda, Dr Anwar Sanusi, Dr Somali serta Sukri Fadholi. “Pertemuan ini untuk silaturahmi sekaligus konsolidasi guna menggagas gerakan moral agar PPP kembali ke khittah melalui Muktamar Luar Biasa (MLB),” ujar Sukri Fadholi.

Mantan Wakil Wali Kota Yogyakarta ini menyebut baik Romahurmuziy (Romi) dan maupun Djan Faridz sama-sama melanggar AD/ART partai. Karena itu, dia sangat mendukung gerakan moral tersebut agar PPP islah guna memperbarui citranya sebagai partai Islam.

"PPP harus kembali ke asas. Bukan ke Romi atau Djan Faridz,” tegasnya.

Senada, Wakil Ketua Umum PPP kubu Romi, Tamam Ahda menjelaskan keinginan islah sudah dikoordinasikan dengan pengurus yang lain. Tamam mengklaim sudah mendapat dukungan dari pengurus wilayah.

“Keinginan islah ini sudah kami kordinasikan dengan semua pengurus wilayah. Sebanyak 34 mendukung terselenggaranya musyawarah luar biasa (Muslub),” terangnya.

Pada pertemuan Yogya ini juga disepakati untuk menghentikan dualisme kepemimpinan di partai berlambang Kakbah ini. Dualisme kepengurusan ini tak hanya terjadi di pusat namun hingga pengurus daerah.

Islah ini juga sangat penting mengingat dalam dua tahun ke depan merupakan tahun politik. “Keberhasilan islah dan kehadiran pemimpin baru diharapkan mampu membawa PPP kembali meraih suara sesuai parliamentary threshold seperti pada 2014 lalu,” tambah Anggota Majelis Tinggi Partai, Anwar Sanusi.

Menurutnya lima tahun lalu sebelum PPP pecah menjadi dua kubu, partai Islam ini mampu meraih 6,3% suara nasional dan menempatkan 36 kader partai di DPR. “Jika tak mau islah peluang meraih suara yang sama di 2019 sangat kecil,” tambah Sanusi.
(kri)
Berita Terkait
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Berita Terkini
Kejagung Periksa Febrie...
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Saksi terkait Sprindik Baru Kasus TPPU, Kok Bisa?
KPK Dalami Pertemuan...
KPK Dalami Pertemuan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dengan Menhut Raja Juli
KPK Sita Catatan Keuangan...
KPK Sita Catatan Keuangan usai Geledah Rumah Dinas hingga Kantor Bupati Lombok Barat
7 Kasus Pencucian Uang...
7 Kasus Pencucian Uang Terbesar di Indonesia, Nilainya Tembus Belasan Triliun hingga Penjara Seumur Hidup
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Hadiahi Istri Arist Merdeka Sirait Ziarah Holyland
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved