ACTA: Perwira Aktif Jadi Plt Gubernur Langgar UU Pilkada

Jum'at, 26 Januari 2018 - 16:08 WIB
ACTA: Perwira Aktif...
ACTA: Perwira Aktif Jadi Plt Gubernur Langgar UU Pilkada
A A A
JAKARTA - Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ikut berkomentar mengenai rencana penunjukkan dua perwira tinggi Polri sebagai Plt Gubernur di Jawa Barat dan Sumatera Utara yakni Asop Polri Irjen Pol M Iriawan dan Kadiv Propam Irjen Pol Martuani Sormin.

Ketua Dewan Pembina Acta, Habiburokhman mengatakan, ada dua alasan pengangkatan dua jenderal polisi sebagai plt itu dianggap tidak tepat.

Pertama, kata pria yang akrab disapa Habib ini menegaskan, usulan tersebut jelas bertentangan dengan Pasal 201 Ayat (10) Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada yang mengatur penjabat Gubernur berasal dari jabatan pimpinan tinggi madya.

Dalam pasal tersebut tidak tertulis "atau yang sederajat". Nomenklatur pimpinan tinggi madya adalah untuk jabatan Pegawai Negeri Sipil.

"Tidak bisa dianalogikan pimpinan tinggi madya PNS sederajat dengan Jenderal bintang tiga Polri karena memang tidak ada aturannya," ujar Habib dalam keterangan persnya, Jumat (26/1/2018).

Kedua lanjut dia, usulan tersebut bertentangan dengan Pasal 157 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 yang mengharuskan anggota Polri mengundurkan diri sebelum mengisi jabatan pimpinan tinggi madya.

Habib mengaku tidak tahu apakah peraturan yang belum berusia enam bulan ini sudah dirubah demi memuluskan usulan Mendagri atau belum. Namun yang jelas aturan tersebut terbut justru untuk mengoreksi aturan sebelumnya yang banyak ditentang karena tidak ada keharusan mundur.

Terkait hal ini, koordinator bidang hukum dan advokasi Partai Gerindra ini berharap agar pemerintah benar-benar hati-hati dan tegak lurus mematuhi aturan perundang-undangan dalam membuat keputusan strategis terkait pilkada.

"Jangan sampai kebijakan pemerintah dipersepsikan tidak profesional. Hal lain yang juga penting adalah seharusnya kebijakan yang mengacu pada peraturan, bukan peraturan yang dirubah demi memuluskan kebijakan," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Mendagri Belum Bisa...
Mendagri Belum Bisa Tentukan Waktu Penundaan Pilkada Serentak 2020
Kemendagri Segera Serahkan...
Kemendagri Segera Serahkan DP4 Tambahan Pilkada Serentak 2020
Mendagri Minta Tokoh...
Mendagri Minta Tokoh Agama dan Adat Dukung Pilkada Serentak
Kemendagri Sebut Ada...
Kemendagri Sebut Ada Dua Indikator Sukses Pilkada Serentak 2020
Tunda Pilkada Serentak...
Tunda Pilkada Serentak 2020, Mendagri Belum Bisa Tentukan Waktunya
Kemendagri Optimistis...
Kemendagri Optimistis Pilkada Serentak Digelar Desember 2020
Berita Terkini
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Infografis
26 Perwira Dimutasi...
26 Perwira Dimutasi Jadi Kapolres di Pulau Jawa pada Mutasi Juni 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved