Pemerintah Diminta Tegas Sikapi Isu SARA di Pilkada

Selasa, 23 Januari 2018 - 16:51 WIB
Pemerintah Diminta Tegas...
Pemerintah Diminta Tegas Sikapi Isu SARA di Pilkada
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta tegas menegakkan hukum apabila ada pihak-pihak yang menggunakan isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Pengajar Program Pascasarjana Kajian ilmu Kepolisian Universitas Indonesia, Prof Dr Bambang Widodo Umar mengatakan, secara umum demokrasi di Indonesia belum berjalan dengan baik.

Buktinya, kata dia, pilkada atau pilpres saat ini cenderung masih menonjol sebagai ajang perebutan kekuasaan, bukan ajang adu ide dan program pembangunan.

Alhasil, sambung dia, berbagai cara dilakukan oleh masing-masing kelompok untuk meraih kemenangan tanpa memikirkan dampak sosial kemasyarakatan yang timbul.

“Sebagai negara berideologi Pancasila dan memiliki Bhinneka Tunggal Ika seharusnya para penyelenggara negara mampu menekan pelaksana atau peserta (parpol-red) agar pilkada berjalan sesuai aturan yang berlaku dan telah disepakati untuk tidak melakukan cara-cara kotor,” tutur Bambang, di Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Karena itu, lanjut Bambang, tindakan tegas penyelenggara pilkada harus diwujudkan dengan tidak menoleransi siapa pun peserta yang menyimpang dari aturan.

Dia menilai isu SARA menjadi momok paling berbahaya bagi keutuhan NKRI. Apalagi, kata dia, sekarang banyak kelompok yang memanfaatkan kecanggihan media sosial untuk menyebar propaganda, baik berupa narasi kekerasan, ujaran kebencian, maupun hoax.

“Gejolak masyarakat yang beberapa waktu lalu sempat naik tensinya akibat masih belum terwujudnya harapan besar bangsa ini yang dari dulu sampai kini belum terwujud, yaitu tatanan kehidupan bangsa dan negara yang harmoni sesuai karakteristik sosial, politik, hukum, dan ekonomi Indonesia,” tutur Bambang.

Dia mengatakan, kemajuan ilmu pengetahuan, terutama internet (dunia maya) merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari.

Sayangnya, kata dia, kemajuan teknologi belum sepenuhnya dimanfaatkan secara benar. Bahkan, ada sebagian orang yang menjadikan sebagai peluang yang mengarah terjadinya kontradiksi.

Bambang menilai kondisi itu bukan karena kesalahan sistem, tetapi ada pihak yang sengaja menyalahgunakan dunia maya untuk kepentingan kelompok tertentu yang sejauh ini belum ditindak secara tegas dan obyektif.

Kondisi tersebut, sambung dia, dimanfaatkan mereka untuk melakukan propaganda negatif di dunia maya, terutama yang menyangkut isu SARA.

Bambang berharap masyarakat memiliki kekebalan dari propaganda atau kampanye hitam dalam pilkada serentak nanti. Salah satu caranya memberi kepercayaan kepada para pimpinan nonformal di masyarakat seperti tokoh masyarakat, ketua adat untuk memperkuat nilai-nilai dan tradisi kepada warganya agar menjaga keharmonisan dan kedamaian, di samping terus memelihara dan merawat nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
(dam)
Berita Terkait
Waspadai Hoaks Jelang...
Waspadai Hoaks Jelang Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020
Jelang Kampanye Pilkada,...
Jelang Kampanye Pilkada, Elsam Dorong Aturan Jelas Iklan Politik di Medsos
Pegiat Medsos Sebut...
Pegiat Medsos Sebut Hoaks Jelang Pilkada Semakin Gencar, Masyarakat Wajib Cek Informasi
Bawaslu Bentuk Gugus...
Bawaslu Bentuk Gugus Tugas Pemantauan Kampanye Pilkada di Media Massa
Atur Jumlah Media Sosial...
Atur Jumlah Media Sosial Peserta Pilkada 2024, KPU: Maksimal 20 Akun
TikTok Jadi Media Paling...
TikTok Jadi Media Paling Banyak Sebar Hoaks Pilkada 2024
Berita Terkini
3 Purnawirawan Polri...
3 Purnawirawan Polri Dianugerahi Pangkat Kehormatan: Sidarto Danusubroto, Taufiequrachman Ruki, dan Taufiq Effendi
Daftar Lengkap Penerima...
Daftar Lengkap Penerima Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dan Bintang Bhayangkara Nararya
Momen Prabowo Beri Hormat...
Momen Prabowo Beri Hormat ke Jokowi saat Peringatan Hari Bhayangkara di Cikeas
Jokowi dan JK Hadiri...
Jokowi dan JK Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara di Satlat Brimob Cikeas
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Pastikan Jokowi Hadiri...
Pastikan Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa, Andi Azwan: untuk Buktikan Keaslian Ijazah
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved