Jelang Kampanye Pilkada, Elsam Dorong Aturan Jelas Iklan Politik di Medsos

Senin, 21 September 2020 - 16:12 WIB
loading...
Jelang Kampanye Pilkada,...
Pertarungan perebutan kursi di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 kian dekat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pertarungan perebutan kursi di Pemilihan Umum Kepala Daerah ( Pilkada) Serentak 2020 kian dekat. Baik partai politik (parpol) dan pasangan calon (paslon) terus menyusun amunisi untuk berlaga di kontestasi tersebut yang puncak pemungutan suaranya bakal digelar pada 9 Desember mendatang.

Seperti diketahui, ada 270 daerah yang bakal melaksanakan Pilkada 2020. Pesta demokrasi serentak itu akan diikuti oleh 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. (Baca juga: DPR: Penundaan Pilkada 2020 Juga Butuh Persiapan dan Berisiko)

Saat ini, tahapan pilkada sudah memasuki masa verifikasi perbaikan syarat calon. Kemudian, dilanjutkan penetapan paslon dan pengundian nomor urut. Sesuai jadwal, masa kampanye dimulai pada 26 September hingga 5 Desember nanti.

Terkait tahapan tersebut itu, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) menilai pemanfaatan iklan politik di media sosial (medsos) oleh partai atau kandidat yang bertarung dalam dalam pemilu atau pilkada semakin marak. Kampanye politik sudah menyasar media sosial.

“Namun, pengawasan dan pengaturannya masih belum memadai. Padahal sebagai saluran iklan, media sosial dinilai memiliki efek yang lebih besar daripada media konvensional seperti televisi, radio, dan media massa,” ujar Elsam dikutip dari penjelasan resmi di akun Twitternya @elsamnews, Senin (21/9/2020).

Penilaian tersebut bersumber dari karakter media sosial sendiri dalam menyasar target iklan. Media sosial dengan limpahan data dan kemampuannya memprofil individu, dapat mengirimkan pesan secara spesifik, bergantung pada profil targetnya.

“Melalui proses yang disebut political microtargeting, kampanye politik yang dikirimkan media sosial dapat menyampaikan pesan secara lebih akurat dibanding iklan di media konvensional,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Rekomendasi
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
PWNU DIY Usul Aturan...
PWNU DIY Usul Aturan Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Pakai Medsos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved