Gagal Mencalonkan Diri, Angkat Koper di Menit Terakhir

Kamis, 18 Januari 2018 - 05:30 WIB
Gagal Mencalonkan Diri,...
Gagal Mencalonkan Diri, Angkat Koper di Menit Terakhir
A A A
PUPUS sudah harapan Tengku Erry Nuradi. Angannya untuk kembali memimpin di Tanah Batak harus kandas. Erry tidak bisa mengikuti Pilgub Sumatera Utara tahun ini. Meski berstatus sebagai petahana Gubernur Sumatera Utara, ternyata tak bisa jadi jaminan dirinya mendapat tiket untuk maju dalam Pilkada. Bahkan, elektabilitasnya yang disebut-sebut masih tinggi, juga tidak mampu menyelamatkannya dari jurang kegagalan. Erry harus gigit jari dan menerima kenyataan pahit dengan lapang hati.

Apa yang menimpanya itu datang beberapa hari sebelum pendaftaran peserta dibuka pada 8-10 Januari. Padahal, kala itu nama Erry masih intens mencuat sebagai bakal calon yang kembali maju. Di belakangnya muncul sederetan partai pendukung yang siap mengusungnya. Awalnya, ia didukung empat partai dengan total 28 kursi. Secara matematis, jumlah itu sudah pasti memenuhi persyaratan untuk mendaftar. Dukungan itu diperoleh dari Golkar dengan 17 kursi di DPRD Sumut, NasDem 5, PKB 3 dan PKPI 3 kursi. Boleh dibilang, saat itu Erry sangat percaya diri.

Toh, takdir berkata lain. Dalam hitungan hari, satu persatu parpol undur diri meninggalkan putra kelahiran Medan, 30 Juni 1964 itu. Kehilangan suara yang paling besar datang ketika Golkar menarik dukungan. Partai berlambang pohon beringin itu beralih mendukung pasangan yang diusung koalisi Gerindra, PKS, dan PAN, yaitu Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah. Dengan berat hati, Erry menerima nasibnya. "Ini adalah hal yang wajar dalam politik," ucapnya Senin (8/1/2018) pekan lalu.

Lantaran tak cukup syarat dukungan -minimal 20 kursi- peluang Erry maju sangat kecil. Ia pun mencoba peruntungan dengan datang ke Partai Demokrat. Jejak historis hubungan kakak Erry, almarhum Rizal Nurdin, dengan SBY menjadi modalnya. Sayang, hasilnya nihil. Demokrat mendukung jagoannya sendiri, Bupati Simalungun Jopinus Ramli (JR) Saragih.

Selang setelah Golkar, giliran PKPI yang menyusul undur diri. Partai berlambang kepala garuda merah putih itu bergabung membentuk koalisi dengan Demokrat. Selanjutnya, PKB juga ikut merapat ke Demokrat dan PKPI. Keduanya mengusung pasangan JR Saragih–Ance Selian. JR Saragih merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, sedangkan Ance adalah Ketua DPW PKB Sumut.

Kenapa seorang kepala daerah dengan elektabilitas cukup tinggi tidak mendapatkan dukungan partai politik untuk kembali maju dalam Pilkada? Simak laporan selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi 46/VI/2017 yang terbit Senin (15/01/2018).
(amm)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
738 Bakal Pasangan Calon...
738 Bakal Pasangan Calon Terdaftar Dalam Pilkada 2020
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved