Wiranto: Selama Saya Memimpin Hanura Tidak Pernah Ada Konflik
Senin, 15 Januari 2018 - 23:36 WIB
Wiranto: Selama Saya Memimpin Hanura Tidak Pernah Ada Konflik
A
A
A
JAKARTA - Menko Polhukam dan juga Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Partai Hanura, Wiranto menjelaskan tentang kemelut yang terjadi di
tubuh Partai Hanura. Dia berkomentar mengenai mosi tidak percaya Oesman Sapta Odang atau akrab disapa OSO sebagai Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Hanura.
"Saya merasa terkejut dan menyesalkan atas apa yang terjadi di internal Partai Hanura, yang selama saya memimpin tidak pernah ada
masalah serius yang menimbulkan konflik dalam tubuh partai, yang dikenal sarat dengan nilai-nilai hati nurani," ujarnya ketika ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (15/1/2018).
Menyikapi persoalan partai tersebut, maka Wiranto menyatakan posisinya bukan bagian dalam konflik. Sebagai Ketua Dewan
Pembina, dirinya justru akan mengambil bagian dari penyelesaian konflik.
"Untuk mengantisipasi berbagai konflik internal, penyelesaiannya selalu bertumpu pada AD/ART yang sudah mewadahi berbagai tata cara untuk menghindari konflik dan menyelesaikan konflik," jelasnya.
Maka pesan Wiranto kepada pihak-pihak yang berkonflik, antara ketua umum dengan sebagian besar pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat Provinsi, dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tingkat Kabupaten/Kota, harus diselesaikan lewat mekanisme yang bertumpu kepada AD/ART partai, yang dalam hal ini akan melibatkan Dewan Kehormatan Partai atau Mahkamah Partai, yang secara undang-undang diberi wewenang untuk menyelesaikan masalah-masalah internal yang terjadi dalam tubuh partai.
"Sebagai Ketua Dewan Pembina, saya berharap agar konflik ini dapat cepat diselesaikan dengan cara-cara bermartabat, sehingga Partai Hanura cukup waktu untuk menyiapkan dan menyelesaikan berbagai persyaratan yang dibutuhkan dalam rangka pemilu yang akan datang," pungkasnya.
tubuh Partai Hanura. Dia berkomentar mengenai mosi tidak percaya Oesman Sapta Odang atau akrab disapa OSO sebagai Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Hanura.
"Saya merasa terkejut dan menyesalkan atas apa yang terjadi di internal Partai Hanura, yang selama saya memimpin tidak pernah ada
masalah serius yang menimbulkan konflik dalam tubuh partai, yang dikenal sarat dengan nilai-nilai hati nurani," ujarnya ketika ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (15/1/2018).
Menyikapi persoalan partai tersebut, maka Wiranto menyatakan posisinya bukan bagian dalam konflik. Sebagai Ketua Dewan
Pembina, dirinya justru akan mengambil bagian dari penyelesaian konflik.
"Untuk mengantisipasi berbagai konflik internal, penyelesaiannya selalu bertumpu pada AD/ART yang sudah mewadahi berbagai tata cara untuk menghindari konflik dan menyelesaikan konflik," jelasnya.
Maka pesan Wiranto kepada pihak-pihak yang berkonflik, antara ketua umum dengan sebagian besar pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat Provinsi, dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tingkat Kabupaten/Kota, harus diselesaikan lewat mekanisme yang bertumpu kepada AD/ART partai, yang dalam hal ini akan melibatkan Dewan Kehormatan Partai atau Mahkamah Partai, yang secara undang-undang diberi wewenang untuk menyelesaikan masalah-masalah internal yang terjadi dalam tubuh partai.
"Sebagai Ketua Dewan Pembina, saya berharap agar konflik ini dapat cepat diselesaikan dengan cara-cara bermartabat, sehingga Partai Hanura cukup waktu untuk menyiapkan dan menyelesaikan berbagai persyaratan yang dibutuhkan dalam rangka pemilu yang akan datang," pungkasnya.
(kri)