ICW Sarankan Partai Golkar Libatkan KPK Pilih Ketua DPR
Jum'at, 12 Januari 2018 - 09:34 WIB
ICW Sarankan Partai Golkar Libatkan KPK Pilih Ketua DPR
A
A
A
JAKARTA - Partai Golkar disarankan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memilih Ketua DPR pengganti Setya Novanto (Setnov). Pasalnya, DPR harus memiliki pimpinan baru yang betul-betul tidak pernah diduga terlibat kasus korupsi.
Bahkan, dari sejumlah nama calon Ketua DPR yang beredar belakangan ini, masih ada yang diduga terlibat kasus korupsi. "Masih ada nama-nama yang (pernah) diduga terlibat kasus korupsi. Kami berharap Partai Golkar tidak mengulangi kesalahan di 2014, menunjuk Setya Novanto yang kerap disebut-sebut terlibat sejumlah kasus korupsi sebagai ketua DPR," ujar Peneliti Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Almas Sjafrina saat dihubungi wartawan, Jumat (12/1/2018).
Apalagi, lanjut dia, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengangkat tagline Golkar bersih. "Dan periode jabatan Ketua DPR tersisa kurang dari dua tahun lagi," paparnya.
Maka itu, penilaian atau screening oleh KPK terhadap para calon Ketua DPR dinilai penting untuk memastikan jejak rekamnya betul-betul bersih dari kasus korupsi. "Untuk memastikan anggota yang diajukan tidak bermasalah boleh juga meminta penilaian atau screening pihak lain, seperti KPK soal keterlibatan pd kasus korupsi," pungkasnya.
Sekadar informasi, sejumlah kader Partai Golkar yang disebut-sebut berpeluang menjabat Ketua DPR di antaranya adalah Sekretaris Fraksi Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo, Ketua Banggar DPR Aziz Syamsuddin, dan Ketua Komisi II Zainuddin Amali.
Bahkan, dari sejumlah nama calon Ketua DPR yang beredar belakangan ini, masih ada yang diduga terlibat kasus korupsi. "Masih ada nama-nama yang (pernah) diduga terlibat kasus korupsi. Kami berharap Partai Golkar tidak mengulangi kesalahan di 2014, menunjuk Setya Novanto yang kerap disebut-sebut terlibat sejumlah kasus korupsi sebagai ketua DPR," ujar Peneliti Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Almas Sjafrina saat dihubungi wartawan, Jumat (12/1/2018).
Apalagi, lanjut dia, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengangkat tagline Golkar bersih. "Dan periode jabatan Ketua DPR tersisa kurang dari dua tahun lagi," paparnya.
Maka itu, penilaian atau screening oleh KPK terhadap para calon Ketua DPR dinilai penting untuk memastikan jejak rekamnya betul-betul bersih dari kasus korupsi. "Untuk memastikan anggota yang diajukan tidak bermasalah boleh juga meminta penilaian atau screening pihak lain, seperti KPK soal keterlibatan pd kasus korupsi," pungkasnya.
Sekadar informasi, sejumlah kader Partai Golkar yang disebut-sebut berpeluang menjabat Ketua DPR di antaranya adalah Sekretaris Fraksi Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo, Ketua Banggar DPR Aziz Syamsuddin, dan Ketua Komisi II Zainuddin Amali.
(kri)