Golkar dan PDIP Bersaing Jadi Jawara Pemilu 2019

Minggu, 07 Januari 2018 - 06:22 WIB
Golkar dan PDIP Bersaing...
Golkar dan PDIP Bersaing Jadi Jawara Pemilu 2019
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat berseloroh bahwa Partai Golkar adalah pesaing utama PDI Perjuangan (PDIP). Hal itu disampaikan Jokowi saat pidato pembukaan Munaslub Golkar yang mengumumkan secara resmi Menteri Perindustrian Airlngga Hartarto sebagai ketua umum partai berlambang pohon beringin itu.

Menurut pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, peluang Golkar untuk menjadi pesaing utama untuk memperebutkan nomor 1 pada Pemilu 2019 terbuka lebar. Apalagi, Airlangga sudah menegaskan dalam sambutannya kepada para calon kepala daerah asal Golkar untuk menyebarkan 'Tiga Program Rakyat'.

Menurutnya, wong cilik merupakan segmen pemilih terbanyak, yang bisa diraih oleh Tiga Program Rakyat. "Jika program ini sukses disebar dan dilaksanakan, diprediksi Golkar dan PDIP akan bersaing berebut nomor satu pada Pemilu 2019 nanti," ujar Denny, Sabtu (6/1/2018).

Diketahui, Airlangga menyerukan kepada pasangan calon kepala daerah yang diusung Golkar menyebarkan seluas-luasnya tiga program rakyat. Airlangga berharap, masyarakat tidak hanya diminta meramaikan pilkada dengan menggunakan hak pilihnya di TPS. Jauh dari itu, rakyat datang dan memilih karena ingin perubahan dalam hidupnya.

Golkar datang merespons dengan Tiga Program Rakyat. Detail program dan cara mencapainya, setiap daerah menyesuaikan dengan situasi masing-masing. Semua paslon diminta kabarkan program nasional Golkar sesuai dengan khitah Golkar: Suara Rakyat, Suara Golkar.

Pertama, harga sembako terjangkau. Rakyat banyak berhak mendapatkan harga sembako yang lebih terkontrol. Beras, sagu, jagung, sayuran, telor, daging, gula, dan sebagainya, harus lebih mudah didapat. Sembako tersedia dengan harga yang bisa dijangkau.

Ini hanya terjadi jika kepala daerah mencari solusi menaikkan daya beli masyarakat di wilayahnya masing-masing. Memang kebijakan sembako lebih banyak diatur oleh pemerintah pusat. Namun, kepala daerah dan elite lokal tetap punya sumbangsih untuk menaikkan daya beli masyarakat setempat.

Kedua, perluas lapangan kerja. Rakyat banyak berhak atas pekerjaan. Kurangi pengangguran. Lakukan pelatihan. Masyarakat hanya maju jika penduduknya bekerja. Sebagai petani, nelayan, buruh, ataupun pedagang swasta, bersama menyambut pagi, mencari rezeki halal.

Ketiga, tersedia rumah yang mudah diakses dengan harga terjangkau. Rakyat berhak punya rumah. Membangun keluarga di sana. Berteduh dari dinginnya malam dan panasnya siang. Bertambah waktu harus juga menjadi bertambahnya rakyat memiliki rumah.
(zik)
Berita Terkait
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Berkaca 2019, Fahri...
Berkaca 2019, Fahri Hamzah Minta Pemilu Serentak 2024 Zero Accident
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Lumbung Suara PDIP di...
Lumbung Suara PDIP di Jakarta pada Pemilu 2019, Paling Banyak di Dapil 10
Berita Terkini
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved