Pencitraan Tak Boleh Dilakukan dengan Cara Berbohong

Minggu, 07 Januari 2018 - 06:45 WIB
Pencitraan Tak Boleh...
Pencitraan Tak Boleh Dilakukan dengan Cara Berbohong
A A A
JAKARTA - Pernyataan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Djoko Setiadi yang membolehkan hoax selama dinilai membangun sempat memancing reaksi publik.

Pernyataan Djoko menuai banyak kritik warganet di media sosial. Menyadari pernyataan menimbulkan reaksi publik, Djoko akhirnya meminta maaf dan menyatakan ucapannya hanya pancingan dan gimmick. (Baca juga: Soal Hoax Membangun, Kepala Badan Siber Bilang Itu Pancingan )

Ketua Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI) Suharjo Nugroho menilai ucapan Kepala BSSN soal hoax membangun bisa menimbulkan dampak buruk. "Bisa menjadi pembenaran bagi para produsen hoax," kata pria yang biasa disapa Jojo kepada SINDOnews, Sabtu 6 Januari 2018.

Dia khawatir istilah hoax membangun memicu lahirnya kelompok Saracen baru. Bisa saja kelompok itu kemudian berdalih membuat hoax demi sesuatu yang membangun.

"Nanti bisa bisa ada saracen versi 2 yang (pelakunya-red) ketangkap tapi 'ngeles' lalu bilang lho saya enggak salah, wong saya bikin hoax membangun kok," ujarnya.

Dalam konteks publik relations, kata dia, pencitraan tidak boleh dilakukan dengan cara berbohong. "Pencitraan itu tidak boleh bohong sama sekali. Kalau ketahuan bohongnya maka reputasinya akan hancur dan susah diperbaiki," tandasnya. (Baca juga: Pesan Ketua APPRI untuk Para Humas: Jangan Gunakan Hoax Membangun! )

Pada tahun politik, kata dia, justru harus ada upaya agar orang tidak berani berbuat hoax. "Belajar dari Pilkada DKI terakhir saja, hoax merajalela kita sudah muntah, apalagi ini nanti pilkada serentak. Kalau pemerintah membuat terminologi #hoaxmembangun, membangun buat siapa, positif buat siapa. Pernyataan ini mau melindungi siapa sebenarnya?" kata Jojo.
(dam)
Berita Terkait
Jadi Alat Propaganda,...
Jadi Alat Propaganda, DPD: Hoaks Ancam Persatuan Bangsa
Percepatan Teknologi...
Percepatan Teknologi Dorong Transformasi Media Sosial
Media Punya Peran Penting...
Media Punya Peran Penting Menjaga Kredibilitas Informasi
Peran IT dan Media Sosial...
Peran IT dan Media Sosial di Bidang Hukum di Mata Advokat Senior Stefanus Gunawan
Hoax dan Ujaran Kebencian...
Hoax dan Ujaran Kebencian di Media Sosial Jadi Ancaman Demokrasi
Pengamat Sebut Influencer...
Pengamat Sebut Influencer Dibutuhkan untuk Sampaikan Informasi
Berita Terkini
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved