Stok Obat Menipis, Kondisi Rumah Sakit di Gaza Memprihatinkan

Sabtu, 30 Desember 2017 - 08:41 WIB
Stok Obat Menipis, Kondisi...
Stok Obat Menipis, Kondisi Rumah Sakit di Gaza Memprihatinkan
A A A
JAKARTA - Rumah sakit di seantero Gaza bisa dibilang menjadi rumah sakit dengan fasilitas yang paling menyedihkan. Stok obat-obatan menipis tanpa ada kabar kapan akan ada stok baru, listrik hanya menyala tak lebih dari 2 jam sehari, kuantitas dokter yang tak sebanding dengan jumlah pasien yang terus membeludak.

Bahkan yang lebih buruk, tak ada pilihan menu makanan apa pun yang sempat disiapkan rumah sakit di Gaza untuk para pasiennya. Jangankan untuk menuntut memenuhi kebutuhan gizi, menyiapkan seporsi nasi dengan lauk apa adanya pun sulit untuk dilakukan.

Mitra Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengabarkan langsung dari Gaza, tentang kondisi terkini beberapa rumah sakit yang tersebar di seantero Gaza. Kabarnya, sudah sejak beberapa bulan terakhir, ratusan rumah sakit di Gaza tak bisa memenuhi permintaan untuk menyiapkan menu-menu makan untuk pasien.

"Kondisi ekonomi semakin sulit. Pendataan kami menunjukkan sedikitnya ada delapan rumah sakit di Gaza tak bisa lagi menyediakan makan untuk para pasiennya. Selama proses penyembuhan si pasien tidak ada asupan gizi yang bisa disuplai oleh sumber daya di rumah sakit," ujar Abu Muhammad (nama disamarkan,red) mitra ACT di Gaza, Kamis (28/12/2017).

Menjadi inisiator Dapur Indonesia untuk Gaza, sudah sejak Senin (25/12/2017), puluhan relawan ACT menyiapkan tak kurang 1.000 paket makanan siap santap bagi setiap rumah sakit (3x sehari). Makanan siap santap ditujukan khusus untuk pasien dan karyawan rumah sakit.

Andi Noor Faradiba dari Tim Global Humanity Response (GHR)-ACT menjelaskan, setiap harinya tak kurang 1.000 paket makanan sebanyak tiga kali sehari, disiapkan masing-masing untuk tiap rumah sakit dari dapur umum ACT di Gaza.

"Dapur ACT di Gaza menyiapkan 1.000 paket makanan untuk pasien dan staf di Rumah Sakit Kamal Naser Khanyounis, juga 1.000 paket makanan lagi untuk European Hospital di Southern Governate Gaza," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Indodax Kolaborasi Salurkan...
Indodax Kolaborasi Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang Sumatera
Yayasan Ayo Masuk Surga...
Yayasan Ayo Masuk Surga Bertemu Dubes Palestina, Bahas Bantuan Kemanusiaan
Gali Gagasan Hadapi...
Gali Gagasan Hadapi Pandemi, Human Initiative Gelar Kongres Kemanusiaan
Kapal Bantuan Gaza Dibom...
Kapal Bantuan Gaza Dibom Israel di Perairan Internasional
Dua Program Kemanusiaan...
Dua Program Kemanusiaan Indonesia-Palestina Segera Diluncurkan ARI-BP
Yordania Sambut Baik...
Yordania Sambut Baik Mobile Clinic Baznas untuk Pengungsi Palestina
Berita Terkini
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pimpinan Lembaga Antirasuah...
Pimpinan Lembaga Antirasuah Diduga Terseret Kasus MBG, Ini Tanggapan KPK
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved