Pergantian Kabais TNI Diduga untuk Suksesi Pemilu 2019

Kamis, 28 Desember 2017 - 13:41 WIB
Pergantian Kabais TNI...
Pergantian Kabais TNI Diduga untuk Suksesi Pemilu 2019
A A A
JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kembali merotasi sejumlah perwira TNI yang sebelumnya diputuskan oleh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebelum lengser.

Salah satunya Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI yang sebelumnya dijabat oleh Mayjen TNI Ilyas Alamsyah, kini diganti oleh Marsda Kisenda Wiranata Kusuma. Sementara Ilyas kini menjabat sebagai staf khusus Kasad.

Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Arief Puyono menilai, pergantian ini adalah strategi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk pilpres 2019. Karena terlihat jelas pergantian mendadak ini terkesan dipaksakan.

"Ini ada semacam subjektifas. Sebab dia baru bekerja selama 3 bulan. Tidak ada kesalahan fatal. Saya menduga ada hubungannya dengan pemilu 2019. Dimana menempatkan Kabais yang nantinya bisa menjalankan perintah Jokowi untuk pemenangan," kata Arief, Kamis (28/12/2017).

Memang pergantian ini kata Arief, adalah haknya Panglima TNI, meski baru menjabat seminggu diganti itu haknya Panglima. Tapi ini terlihat sekali Panglima ini menjalankan misi Jokowi.

"Saya tidak yakin TNI tidak berpihak, karena dia pasti netral dengan sumpah sapta marganya. Saya juga melihat pergantian ini Panglima menggunakan faktor like n dislike dalam pergantian ini. Dan Panglima membuat hangat tubuh TNI, ini berbahaya," jelasnya.

Arief meminta seluruh prajurit tetap tenang dalam menghadapi kegaduhan ini. Dirinya yakin, prajurit TNI netral meski Panglima TNI berpihak ke Jokowi. "Jokowi terlihat ketakutan karena surveinya terus melorot. Saya juga takut Kabais ini akan melakukan operasi senyap," tutupnya.

Di twitter pergantian Kabais ini juga ramai diperbincangkan. Seperti akun J.S. Prabowo (@marierteman). Dia menulis apakah TNI dlm keadaan darurat ? Shg Ka Bais TNI hari ini pkl 13.00 tiba2 sertijab. Pdhl Ka Bais lama, Mayjen TNI Ilyas baru balik dari umroh pkl 10.20. "NB, Mayjen Ilyas baru 2 bln menjabat. Sblmnya saat jd dankolakops TNI Tinombala dinilai berhasil melumpuhkan Santoso di Poso," tulisnya.

Berbagai komentar pun bermunculan. Ada yang mengatakan ini adalah bagian dari strategi Jokowi untuk memenangkan Pilpres 2019. Seperti dituliskan oleh akun @mochag23 "Yg darurat bukan TNI nya pak, tapi yg pengen 2 periode,". @ZAEffendy menulis "Seperti halnya pergantian Panglima TNI yg terkesan mendadak & tergesa-gesa?"

Diketahui jabatan Kabais baru saja dipindahkan dari Mayjen Ilyas Alamsyah, perwira tinggi TNI AD, kepada Marsda Kisenda Wiranata Kusuma, yang merupakan perwira tinggi TNI AU. Keputusan tersebut dikeluarkan pada Selasa (19/12/2017) dengan Nomor Kep/1042/XII/2017.

Panglima Hadi tak banyak bicara soal pilihannya itu. Untuk diketahui, ini kedua kalinya perwira TNI AU menjabat sebagai Kepala Bais. Posisi Kepala Bais pernah disandang oleh perwira tinggi dari tiga matra TNI. Namun selama ini posisi tersebut kebanyakan diisi oleh jenderal angkatan darat

"Penjelasan saya sudah tahu, kan? Profesionalitas dan manned system di jabatan TNI," ujar Marsekal Hadi saat ditanya soal dipilihnya pati TNI AU untuk posisi Kepala Bais.

Hal tersebut disampaikan Hadi di Markas Divisi I/Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Rabu (20/12/2017). Sebelum mengeluarkan mutasi soal Kepala Bais, Marsekal Hadi baru saja mengeluarkan surat keputusan untuk menganulir mutasi 16 pati.

Pembatalan tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982.a/XII/2017 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI.

"TNI memiliki petunjuk administrasi yang baku dan di situ dilaksanakan mulai bertahap, mulai dari satuan bawah. Artinya mulai dari pembinaan kesatuan sampai dengan masuk kepada Mabes TNI. Jukmin (petunjuk pimpinan) yang baku itu tidak mengenal yang namanya like and dislike," terang Hadi menjelaskan soal anulir mutasi 16 pati.
(maf)
Berita Terkait
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Lumbung Suara PDIP di...
Lumbung Suara PDIP di Jakarta pada Pemilu 2019, Paling Banyak di Dapil 10
Mengenal Profil Partai...
Mengenal Profil Partai Gelora, dari Sejarah, Struktur, Asas hingga Jatidiri
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved