Khofifah: Pemikiran dan Teladan Gus Dur Tetap Hidup di Hati Rakyat

Sabtu, 23 Desember 2017 - 15:48 WIB
Khofifah: Pemikiran...
Khofifah: Pemikiran dan Teladan Gus Dur Tetap Hidup di Hati Rakyat
A A A
JAKARTA - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan pemikiran-pemikiran Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tetap hidup
dalam keseharian dan melekat di hati rakyat kendati Bapak Bangsa itu telah sewindu meninggalkan kita.

"Banyak orang belajar dari Gus Dur. Mereka tidak hanya dari Indonesia, namun berbagai belahan dunia turut belajar dari beliau tentang toleransi, pluralisme, cinta damai, dan selalu berpikiran inklusif atau terbuka," ujar Khofifah kepada wartawan usai menghadiri Sewindu Haul Gus Dur di kediaman Gus Dur, Jalan Warung Silah No. 10, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat 23 Desember 2017.

Khofifah mengatakan, haul kali ini mengambil tema 'Semua Demi Bangsa dan Negara'. Tema ini bermakna bahwa apa yang dipikirkan dan dilakukan Gus Dur merupakan sebuah bentuk kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gus Dur sangat menghargai perbedaan dan senantiasa mendorong masyarakat dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai di tengah berbagai perbedaan.

"Pemikiran itu adalah teladan yang bisa kita ambil dari beliau dan diterapkan saat ini di tengah kondisi bangsa yang menghadapi banyak tantangan dan persoalan," tutur Khofifah yang pernah menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN di era pemerintahan Gus Dur.

Dikatakan Khofifah, dalam pandangan Gus Dur bangsa Indonesia menjadi besar seperti sekarang karena keragaman atau kebhinekaan yang dijaga dan ditempatkan sebagai potensi efektif bangsa. Perbedaan itu ada dan menjadi bagian dari kekayaan kearifan bangsa. Suku, agama, warna kulit, tradisi, bahasa dan perbedaan pendapat satu kelompok dengan yang lain dapat berjalan secara harmoni.

"Perjalanan sejarah bangsa mencatat bahwa Indonesia berdiri di atas keberagaman, dan kita dapat hidup berdampingan secara damai. Itu yang pernah dipesankan beliau dalam berbagai kesempatan," paparnya.

Sewindu Haul Gus Dur dihadiri sejumlah tokoh di antaranya mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, mantan Ketua MK Mahfud MD, KH Mustofa Bisri dan Gurutta M Sanusi Baco yang didaulat menyampaikan tausiyah.

Khofifah sendiri hadir dan menyampaikan testimoni kenangan bersama mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut. Khofifah menyampaikan testimoni saat menjadi sekretaris fraksi MPR-RI.

Ia menuturkan sesaat setelah laporan pertanggungjawaban Presiden Habibie ditolak MPR, sekira 30 menit kemudian Gus Dur meneleponnya yang masih berada di ruang sidang MPR. Dini hari itu pula semua persiapan administratif pencalonan disiapkan karena jam 07.00 WIB sudah penutupan pendaftaran.

"Saat itu saya hanya berdua bersama Arifin Junaidi mendaftarkan di Gedung KK-1 MPR RI. Setelah terpilih sekira jam 2 siang, Gus Dur perintahkan agar saya (yang saat itu sekretaris FKB MPR RI, red) menyiapkan lima nama untuk disiapkan surat pencalonannya. Ahirnya Gus Dur perintahkan yang diusulkan FKB MPR RI adalah Ibu Megawati Soekarnoputri," kenang Khofifah.

Mensos mengungkapkan ada hal menarik saat ia meminta kelengkapan persyaratan pencalonan Wapres, tidak ada tokoh PDIP yang memberikan karena mereka hanya mencalonkan ibu Megawati sebagai Presiden. Akhirnya keesokan harinya Khofifah mendaftarkan pencalonan Megawati tanpa persyaratan pelengkap.

"Ketika panitia pendaftaran tanya mana kelengkapannya saya jawab 'kan kemarin sudah mendaftarkan untuk presiden, jadi sama dengan kemarin'. Di situlah alasan saya diterima dan akhirnya Ibu Mega terpilih menjadi Wakil Presiden mendampingi Gus Dur yang terpilih sebagai Presiden," paparnya.

Sewindu Haul Gus Dur dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas berbusana serba putih dan tumpah ruah hingga ke jalan raya. Khofifah pun harus berjalan kaki sekira 1 Km untuk sampai ke panggung acara.

Selain diisi pembacaan tahlil dan istighosah, acara haul dimeriahkan penampilan Queen Marry grup biola asal Temanggung dan grup musik Bimbo.
(kri)
Berita Terkait
Abdurrahman Wahid Bakal...
Abdurrahman Wahid Bakal Diusulkan Menjadi Nama Bandara Blora
Cerita Yenny Wahid tentang...
Cerita Yenny Wahid tentang Perannya saat Gus Dur Menjabat Presiden
Jejak Pendidikan Gus...
Jejak Pendidikan Gus Dur, Cucu Pendiri NU yang Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional
Putri Gus Dur Terkejut...
Putri Gus Dur Terkejut Dapat Penghargaan dari Pemerintah Jepang
Eks Jubir Gus Dur Dirawat...
Eks Jubir Gus Dur Dirawat di RSPI, Begini Kondisi Wimar Witoelar
Peringati Ultah Gus...
Peringati Ultah Gus Dur, Yenny Wahid Ingin Lanjutkan Perjuangan Wujudkan Dunia yang Adil dan Setara
Berita Terkini
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved