KPU Diingatkan Terkait Politik Identitas di Pilkada dan Pemilu

Jum'at, 22 Desember 2017 - 16:18 WIB
KPU Diingatkan Terkait...
KPU Diingatkan Terkait Politik Identitas di Pilkada dan Pemilu
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini menilai, kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengalami peningkatan.

Hal ini setidaknya tercermin dari hasil dua lembaga survei nasional yakni, Saiful Mujani Reseach and Consulting dan Poltracking.

Bahkan menurut Titi, beberapa waktu lalu Komisi Informasi Publik (KIP) menempatkan KPU di peringkat pertama dalam hal keterbukaan informasi publik sebagai badan lembaga nonstruktural.

Meski begitu, lembaga yang sekarang dipimpin Arief Budiman ini akan mendapatkan tantangan berat jelang atau saat pemilu 2019 berlangsung.

Titi menuturkan, sejumlah tantangan yang bakal dihadapi KPU antara lain, kompleksitas penyelenggaraan pemilu yang berbarengan dengan pelaksanaan pilkada serentak 2018.

Berikutnya, kata Titi, tantangan integritas personal dan kelembagaan dalam pilkada serentak, di mana faktor integritas dan netralitas penyelenggara pilkada dipertaruhkan.

"Uji materi UU pemilu akan membuat KPU dalam tantangan ketidakpastian hukum," papar Titi saat diskusi Refleksi akhir Tahun KPU, di Hotel Ashley, Menteng, Jakarta, Jumat (21/12/2017).

Selain itu, lanjut Titi, adaptasi aturan baru dalam pemilu bagi peserta pemilu juga dianggap tidak mudah, di mana KPU akan dihadapkan pada sengketa hukum pemilu.

Hal ini masih ditambah dengan eksektasi yang besar bahwa KPU dituntut memproduksi
peraturan KPU (PKPU) untuk mengatasi celah UU pemilu.

Selanjutnya, bagaimana peran KPU dalam menjaga animo dan stamina pemilih tahun
2017-2019. Di samping itu juga adanya seleksi anggota penyelenggara pemilu yang waktunya berhimpitan antara pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019.

KPU akan dihadapkan pada adaptasi penyelenggara pemilu yang baru tersebut. Tantangan lainnya lanjut Titi, ekspektasi publik terhadap inovasi, keterbukaan, dan partisipasi juga semakin menguat.

Selain juga sinergitas dengan penyelenggara pemilu lainnya seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Tak kalah pentingnya, KPU akan dihadapkan pada politik sektarian dan politik identitas yang berpotensi terjadi dalam Pilkada dan pemilu 2019.

"Konsolidasi hak pilih dan prasyarat administrasi kependudukan di tengah kompetisi yang sangat kompetitif," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Ngotot Ingin Gelar Pilkada...
Ngotot Ingin Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Diingatkan Tragedi Pemilu 2019
Calon Anggota KPU Ini...
Calon Anggota KPU Ini Dicecar DPR soal Ratusan Petugas KPPS Meninggal
Luncurkan Tahapan Pemilu...
Luncurkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Semua Pihak Bantu Sukseskan Pemilu
E-Rekap Pilkada 2020,...
E-Rekap Pilkada 2020, KPU Harus Belajar dari Situng Pemilu 2019
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
DPR Khawatir Jadwal...
DPR Khawatir Jadwal Pemilu 2024 Molor
Berita Terkini
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved