Krisis Yerusalem Murni Politis, Bukan Terkait Agama

Jum'at, 15 Desember 2017 - 00:32 WIB
Krisis Yerusalem Murni...
Krisis Yerusalem Murni Politis, Bukan Terkait Agama
A A A
JAKARTA - Masyarakat di Tanah Air diimbau dapat menjaga perdamaian serta tidak mudah terprovokasi melakukan kekerasan, terkait kriris Yerusalem.

Hal itu dikatakan Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana. Menurutnya, terutama bila dibenturkan krisis ini dengan masalah agama. Faktanya, kriris Yerusalem ini murni politis.

"Masyarakat harus melihat bahwa masalah Yerusalem ini adalah seolah-olah persetujuan sebuah pemerintahan yang mengambil secara tidak sah tanah orang lain. Jadi ini yang kita bilang sebagai bentuk penjajahan," kata Hikmahanto, Kamis (14/12/2017).

"Ini masalah yang kita semua harus perangi yaitu orang yang punya hak atas tanah, namun tiba tiba diambil. Dan menurut konstitusi kita, namanya penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi ini," imbuhnya.

Menurut peraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) dari University of Nottingham, Inggris ini, kalau masalah Yerusalem ini dikaitkan masalah agama, tentu negara nonmuslim besar lain seperti Prancis, Cina, Inggris, Rusia dan negara-negara besar lainnya tidak akan bersuara keras.

Kalau masalah agama, harusnya negara-negara di Timur Tengah sepakat satu suara, tapi nyatanya tidak. "Bahkan negara non muslim seperti Prancis, Cina, Inggris Rusia menentang kebijakan Trump tersebut," tegasnya.

Dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan terprovokasi negatif seperti ajakan untuk membenci terhadap hal-hal yang berhubungan dengan Amerika Serikat (AS).

"Kita sebagai rakyat Indonesia jangan menampakan kemarahan kita terhadap warga AS atau yang berbau AS. Justru kita harus merangkul mereka karena rakyat AS adalah yang paling berdaulat sehingga mereka bisa memblok kebijakan presidennya untuk memindahkan Kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem," terangnya.

"Sekali lagi bukan rakyat Amerika, bukan hal-hal kepentingan Amerika, tetapi kebijakan Presiden Donald Trump itu sendiri yang dapat membahayakan bangsa dan warganya," tandas pria kelahiran Jakarta, 25 November 1965 ini.
(maf)
Berita Terkait
Peringati Hari Solidaritas,...
Peringati Hari Solidaritas, Kemlu: Palestina Terpatri dalam Inti Politik Luar Negeri RI
Geopolitik Timteng Berubah,...
Geopolitik Timteng Berubah, Indonesia Konsisten Dukung Palestina Merdeka
Indonesia Tingkatkan...
Indonesia Tingkatkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina di Tahun 2020
Indonesia Punya Peran...
Indonesia Punya Peran Penting dalam Diplomasi Internasional
KNRP Kirim Paket Bantuan...
KNRP Kirim Paket Bantuan Musim Dingin dari Masyarakat Indonesia untuk Palestina
Indonesia Tegas Kecam...
Indonesia Tegas Kecam Pernyataan Menkeu Israel Tak Akui Keberadaan Palestina
Berita Terkini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Usai Mundur Jadi Pengacara...
Usai Mundur Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Kini Pakai Kursi Roda
Eksepsinya Dikabulkan,...
Eksepsinya Dikabulkan, Dokter Tifa Nyatakan Tetap Berjuang Bongkar Ijazah Jokowi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima, Hakim Nyatakan Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Breaking News! Hotman...
Breaking News! Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved