Polri Akan Telusuri Kabar Bahrun Naim Tewas di Suriah
Senin, 04 Desember 2017 - 15:58 WIB
Polri Akan Telusuri Kabar Bahrun Naim Tewas di Suriah
A
A
A
JAKARTA - Mabes Polri akan menelusuri informasi mengenai kabar pentolan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Bahrun Naim Muhammad Bahrun Naim alias Anggih Tamtomo alias Abu Rayan tewas di Suriah.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul menjelaskan, sejak beredarnya informasi tersebut di media sosial, Polri sudah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.
Dia menegaskan sampai saat ini belum ada fakta yang mengatakan Bahrun telah tewas. "Bagi Polri informasi tersebut akan didalami dan diselidiki bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan beberapa akses Polri lainnya, misalnya dengan Atase Kepolisian," ungkapnya di Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/12/2017).
Mengenai keberadaan Bahrun saat ini, Martinus mengungkapkan berdasarkan keterangan sejumlah saksi menyatakan Bahrun masih berada di wilayah Suriah.
"Masih di Suriah, Polri sendiri sudah menetapkan yang bersangkutan sebagai daftar pencarian orang (DPO)," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengaku belum mendapatkan informasi akurat soal kabar kematian Bahrun Naim.
"Saya belum dapat informasi dan konfirmasi yang akurat mengingat kejadiannya di luar negeri. Sedang diupayakan untuk dapat info yang dapat dipertanggungjawabkan," tutur Setyo.
Kematian mantan narapidana kepemilikan senjata api dan bahan peledak itu beredar luas melalui media sosial. Bahrun sering dikaitkan dengan Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Abu Wardah Santoso.
Dia diduga sebagai penghuhung utama MIT dengan kelompok teroris ISIS di Timur Tengah. Dia juga disebut-sebut sebagai dalang aksi teror bom di Thamri, Jakarta Pusat pada 2016. Bahrum juga sering disebut sebagai pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), dan perekrut teroris di Indonesia.
Bahrun Naim pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS pada 2014. Hingga kabar kematiannya beredar, dia dipastikan masih di Suriah dan tinggal di Raqqa. (Baca juga: Alasan Bahrun Naim Serang Jakarta )
Ketika pergi ke Suriah, dia dilaporkan membawa satu anak dan dua orang istrinya. Saat itu istri mudanya pergi dalam kondisi hamil.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul menjelaskan, sejak beredarnya informasi tersebut di media sosial, Polri sudah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.
Dia menegaskan sampai saat ini belum ada fakta yang mengatakan Bahrun telah tewas. "Bagi Polri informasi tersebut akan didalami dan diselidiki bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan beberapa akses Polri lainnya, misalnya dengan Atase Kepolisian," ungkapnya di Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/12/2017).
Mengenai keberadaan Bahrun saat ini, Martinus mengungkapkan berdasarkan keterangan sejumlah saksi menyatakan Bahrun masih berada di wilayah Suriah.
"Masih di Suriah, Polri sendiri sudah menetapkan yang bersangkutan sebagai daftar pencarian orang (DPO)," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengaku belum mendapatkan informasi akurat soal kabar kematian Bahrun Naim.
"Saya belum dapat informasi dan konfirmasi yang akurat mengingat kejadiannya di luar negeri. Sedang diupayakan untuk dapat info yang dapat dipertanggungjawabkan," tutur Setyo.
Kematian mantan narapidana kepemilikan senjata api dan bahan peledak itu beredar luas melalui media sosial. Bahrun sering dikaitkan dengan Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Abu Wardah Santoso.
Dia diduga sebagai penghuhung utama MIT dengan kelompok teroris ISIS di Timur Tengah. Dia juga disebut-sebut sebagai dalang aksi teror bom di Thamri, Jakarta Pusat pada 2016. Bahrum juga sering disebut sebagai pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), dan perekrut teroris di Indonesia.
Bahrun Naim pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS pada 2014. Hingga kabar kematiannya beredar, dia dipastikan masih di Suriah dan tinggal di Raqqa. (Baca juga: Alasan Bahrun Naim Serang Jakarta )
Ketika pergi ke Suriah, dia dilaporkan membawa satu anak dan dua orang istrinya. Saat itu istri mudanya pergi dalam kondisi hamil.
(dam)