Manuver Munaslub Bertentangan dengan Prinsip Kesetiakawanan Golkar

Sabtu, 25 November 2017 - 21:25 WIB
Manuver Munaslub Bertentangan...
Manuver Munaslub Bertentangan dengan Prinsip Kesetiakawanan Golkar
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum SOKSI Erwin Ricardo Silalahi menyesalkan manuver sekelompok elite Partai Golkar yang mendorong-dorong digelarnya Munaslub sebelum keluarnya keputusan sidang Praperadilan terhadap Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Manuver Munaslub ini jelas-jelas bertentangan dengan prinsip kesetiakawanan sebagaimana yang tercantum dalam Ikrar Partai Golkar Panca Bhakti, sekaligus melanggar keputusan Rapat Pleno yang telah diambil baru-baru ini.

Erwin Ricardo, menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Sabtu (25/11) menanggapi manuver sekelompok elite Golkar yang ingin mempercepat digelarnya Munaslub.

"Sebagai kader Golkar kita tidak boleh mengangkangi pesan filosofis dari sumpah dan janji kader yang termuat dalam Ikrar Partai Golkar Panca Bhakti, khususnya pada point ketiga yang menggariskan mutlaknya watak setia kawan," tandas Erwin Ricardo yang juga Wakil Sekjen DPP Partai Golkar.

Erwin Ricardo mempertanyakan, bagaimana kader-kader Golkar bisa memupuk kesetiakawanan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, apabila di lingkungan Golkar saja tidak konsisten melakoni watak setia kawan seperti yang diamanatkan di dalam isi Ikrar Partai Golkar Panca Bhakti.

"Rasanya aneh, tidak patut, dan melawan akal sehat kolektif, jika saat Ketua Umum Partai Golkar sedang tertimpa masalah hukum yang berat, kader-kader Partai Golkar sendiri justru menghukumnya, yakni dengan sengaja menyingkirkan ketua umumnya. Seharusnya semua kader tanpa kecuali bersabar menunggu hasil Praperadilan seperti yang telah disepakati dalam Rapat Pleno," sesal Erwin Ricardo.

Selain itu, lanjut Erwin Ricardo, manuver percepatan Munaslub dapat merusak soliditas Partai Golkar yang saat ini sedang dalam tahap konsolidasi untuk pemenangan Pilkada Serentak 2018 serta Pileg dan Pilpres 2019.

Manuver percepatan Munaslub ini, kata Erwin Ricardo, pasti akan mengorbankan konsolidasi organisasi di level Dewan Pimpinan Daerah, khususnya di level Kabupaten/Kota, menghadapi event politik 2018 dan 2019.

"Konsolidasi organisasi di DPD-DPD sudah pasti terganggu dan mengakibatkan fragmentasi yang parah, jika terjadi manuver-manuver politik yang vulgar untuk kepentingan pragmatis percepatan Munaslub," pungkas Erwin.
(pur)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Prabowo Ingatkan Penanganan...
Prabowo Ingatkan Penanganan Sampah Tak Bisa Gunakan Cara-cara Lama
3 Pemimpin Dunia Bertemu...
3 Pemimpin Dunia Bertemu Prabowo dalam Sepekan, Bukti Indonesia Dipercaya Dunia
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Makna Prabowo Minta...
Makna Prabowo Minta Aparatur Introspeksi, Qodari: Tak Ada yang Istimewa di Mata Hukum
Soal Usulan Ambil Alih...
Soal Usulan Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, KPK: Kita Ikuti Dulu Perkembangannya
Inpres Gajah Dinilai...
Inpres Gajah Dinilai Perkuat Perlindungan Habitat, Langkah Menhut Diapresiasi
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved