Tangkal Radikalisme, Pendidikan Kebangsaan dan Pancasila Diperkuat

Kamis, 23 November 2017 - 14:42 WIB
Tangkal Radikalisme,...
Tangkal Radikalisme, Pendidikan Kebangsaan dan Pancasila Diperkuat
A A A
JAKARTA - Pendidikan kebangsaan dan Pancasila harus diperkuat dalam kurikulum sekolah. Langkah itu penting untuk memperkuat karakter bangsa Indonesia sekaligus membendung ancaman radikalisme dan intoleransi.

“Pendidikan kebangsaan dan Pancasila harus terus diberikan mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan, tidak boleh terputus dan harus menjadi satu kesatuan. Insya Allah dengan cara demikian generasi penerus kita akan memiliki karakter kebangsaan yang baik, terutama untuk membendung masuknya ideologi radikal melalui dunia pendidikan,” tutur Direktur Indonesia Institute for Society Empowerment, Prof Dr Ahmad Syafii Mufid MA.

Pernyataan itu diungkapkan Syafii pada Selasa 21 November 2017, menjelang peringatan Hari Guru, 25 September mendatang. Menurut Ahmad Syafii, penerapan kurikulum juga harus diimbangi dengan komitmen guru untuk bersama membangun pendidikan di negeri ini dengan ilmu yang didasari cinta kasih dan saling hormat menghormati.

Dengan cinta kasih dan saling menghormati, kata dia, dajaran radikalisme itu akan mentah. “Itu sudah semestinya dilakukan para guru karena mendidik itu adalah perilaku kasih sayang sehingga satu sama lain harus ruhamma’ bainahum (menebarkan kasih sayang terhadap sesama),” ujar pria yang juga Ketua Komisi Litbang Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Menurutnya, agar murid dan guru dapat saling menghargai dan menghormati ini harus diwujudkan dalam berbagai pelajaran. Harmonisasi dikatakannya sangat penting dalam menciptakan generasi bangsa yang berkualitas dan kebal terhadap ajaran kekerasan dan intoleransi. (Baca juga: Nasionalisme Harus Dikedepankan dalam Pemberitaan Soal Terorisme )

Menurut dia, jika di sekolah muncul gejala–gejala seperti saling bermusuhan, saling membenci maka akan berdampak terhadap masyarakat. Dampaknya, lanjut dia, merembet kepada negara dan bangsa.

Dia berpendapat, perbaikan kualitas generasi bangsa harus menjadi perhatian para pendidik. Itu harus di mulai dari tingkat keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Menurut dia, jangan sampai sikap-sikap intoleransi memiliki ruang untuk berkembang karena buntutnya pasti akan terjadi radikalisme bahkan terorisme. “Akar persoalan inilah yang mesti kita sama-sama pahami dan kemudian sama-sama kita tanggulangi,” tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Diskusi Peringatan Hari...
Diskusi Peringatan Hari Guru Nasional Membahas Pendidikan Inklusif dan Penguasaan Keterampilan Matematika untuk Semua
Pemerintah dan Kebijakan...
Pemerintah dan Kebijakan Guru
PB PGRI Komitmen Majukan...
PB PGRI Komitmen Majukan Kualitas Pendidikan di Indonesia
25 Twibbon Hari Guru...
25 Twibbon Hari Guru Nasional 2022, Lengkap dengan Cara Pakainya
Guru di Era Milenial...
Guru di Era Milenial Antara Harapan dan Kenyataan
Guru di Era AI dan Tantangan...
Guru di Era AI dan Tantangan Memanusiakan Pendidikan
Berita Terkini
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved