Banyak yang Lupa Fungsi Kekuasaan Adalah Melayani

Sabtu, 18 November 2017 - 17:38 WIB
Banyak yang Lupa Fungsi...
Banyak yang Lupa Fungsi Kekuasaan Adalah Melayani
A A A
JAKARTA - Kiprah tokoh Kristen dalam perpolitikan dan perjuangan bangsa tidak bisa dianggap kecil. Kehadiran mereka memiliki peran penting sejak awal kemerdekaan hingga kancah perpolitikan saat ini.

Pengamat politik Universitas Kristen Indonesia (UKI), Merphin Panjaitan mengatakan, perjuangan Martin Luther, tokoh reformasi gereja bisa menjadi contoh penting nilai-nilai religius agama bisa diaplikasikan dalam politik kerakyatan.

"Saya mengamati pemimpin Kristen itu bisanya melayani saja. Makanya di mana-mana ya jadi pelayan saja. Jokowi Islam tapi kenapa bisa terpilih, karena dia melayani. Jadi itu yang dikehendaki rakyat," ujar Merphin dalam seminar politik bertema Bagaimana Sikap Politik Kristen Menuju Pemilu 2019 yang digelar Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo) di Kampus IBM-ASMI Pulomas, Jakarta Timur, Sabtu (18/11/2017).

Merphin menuturkan, sistem politik yang dianut di Indonesia adalah sistem demokrasi. Ketika diputuskan memilih sistem demokrasi, kata dia, semua pihak harus bisa menerima hasil Pemilu.

Menurut dia, kekuasaan memiliki tujuan untuk menguatkan demokrasi. Sementara demokrasi yang di dalamnya kekuasaan, memiliki fungsi untuk melayani rakyat.

Merphin mengatakan, banyak orang yang lupa fungsi kekuasaan adalah untuk melayani rakyat. "Tujuan demokrasi dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Jadi Jokowi jadi Presiden bukan karena kehebatan dia, tapi memang rakyat menghendaki dia menjadi Presiden," ucapnya.

Dia mengatakan, awalnya banyak orang tidak percaya Jokowi bisa menjadi Presiden. Sebab, Jokowi hanya sosok yang tampil dari kota kecil, kemudian berhasil menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama dua tahun.

Dalam konteks politik, kata Merphin, Jokowi menjadi Presiden karena memang rakyat saat itu menghendakinya.

"Saya perkirakan tahun 2019 dia akan menjadi Presiden lagi. Saya perkirakan begitu, karena sekarang banyak yang suka dia. Kalau lihat dari survei-survei yang ada sekarang hampir mayoritas ingin dia lagi," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Masa Depan Politik di...
Masa Depan Politik di Indonesia: Politik Dinasti?
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Demokrasi Indonesia...
Demokrasi Indonesia Dinilai Masih Diwarnai Politik Identitas
Politik Santuy atau...
Politik Santuy atau Politik Baperan
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Crab Mentality Penggerus...
Crab Mentality Penggerus Soliditas Bangsa
Berita Terkini
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved