Setnov Tersangka Lagi, Akbar Tanjung Khawatir Golkar Kiamat

Selasa, 14 November 2017 - 18:23 WIB
Setnov Tersangka Lagi,...
Setnov Tersangka Lagi, Akbar Tanjung Khawatir Golkar Kiamat
A A A
JAKARTA - Status tersangka yang kembali diterima Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat prihatin Akbar Tanjung. Tak hanya itu, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar itu juga mengaku khawatir terjadi kiamat bagi partainya.

Sebab, elektabilitas partainya terus menurun setelah Setya Novanto dikait-kaitkan dengan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). "Saya juga tentu sangat prihatin, sangat sedih. Bukan saja prihatin sedih, tapi juga sangat khawatir, kalau tidak dikatakan takut," ujar Akbar Tanjung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Karena, kata Akbar, dugaan keterlibatan Setya Novanto dalam kasus e-KTP membuat elektabilitas Partai Golkar terus merosot. Apalagi, penurunan elektabilitas Partai Golkar itu terjadi sejak awal era reformasi.

"Tren penurunan ini lah yang saya khawatirkan, bahkan saya takutkan, jangan sampai tren penurunan itu terus," papar mantan ketua DPR ini.

Informasi yang diterimanya bahwa elektabilitas Partai Golkar saat ini sekitar 7%. "Kalau tren penurunan itu terus 6%, 5%, bahkan kemudian bisa di bawah 4%. Kalau dia di bawah 4%, boleh dikatakan, ya dalam bahasa saya, bisa terjadi kiamat di Partai Golkar ini," imbuhnya.

Sebab, Partai Golkar terancam tidak memiliki wakil di DPR jika elektabilitasnya sekitar 4%. Padahal, tambah dia, Golkar selama ini di era Orde Baru selalu di atas 60%.

"Bahkan paling tidak Pemilu 1987, Pemilu 1997 di atas 70%. Bayangkan kalau sampai di bawah 4%, berarti tidak punya hak untuk mempunyai anggota di DPR. Wah ini yang saya takutkan," katanya.
(kri)
Berita Terkait
KPK Panggil Tannos terkait...
KPK Panggil Tannos terkait Kasus Korupsi E-KTP
Praswad Nugraha: Paulus...
Praswad Nugraha: Paulus Tannos Ditangkap KPK Singapura jadi Peringatan bagi Para Buron
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Korupsi Pengadaan E-KTP Kemendagri
Dalami Kasus Korupsi...
Dalami Kasus Korupsi E-KTP, KPK Panggil Pegawai Kemendagri
KPK Akan Hadirkan Jamdatun...
KPK Akan Hadirkan Jamdatun Kejagung dalam Sidang Paulus Tannos di Singapura
Antrian E KTP Ricuh
Antrian E KTP Ricuh
Berita Terkini
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved