KPI Beberkan Kontroversi Single dan Multi Mux Operator

Rabu, 08 November 2017 - 00:08 WIB
KPI Beberkan Kontroversi...
KPI Beberkan Kontroversi Single dan Multi Mux Operator
A A A
JAKARTA - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pusat membeberkan kontroversi yang melingkupi konsep penyiaran terpusat dari negara atau single mux operator serta multi mux operator atau penyiaran dari negara dan swasta. Adapun konsep single dan multi mux operator menjadi salah satu isu pokok Rancangan Undang-undang tentang Penyiaran yang diperdebatkan.

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Agung Suprio mengatakan, salah satu kontroversi yang melingkupi konsep single mux adalah ketidakpercayaan terhadap TVRI. Kemudian, karena TVRI memiliki konten.

Lalu, Radio Televisi Republik Indonesia (RTRI) memakan waktu lama pengintegrasian TVRI dan RRI. "Padahal kita mengejar ASO," ujarnya dalam diskusi mengkaji plus minus Single and Multi Operator Televisi Digital di Hotel Mercure, Jalan Hayam Wuruk Nomor 123, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Selain itu, kata dia, sebagian saham Telkom sebagai alternatif dimiliki asing. "Lalu, negara butuh biaya untuk pengadaan set top box," imbuhnya.

Sementara itu, konsep multi mux operator juga masih memiliki kontroversi. "Siapakah pemegang Mux nya?" ucapnya. Kontroversi lain mengenai konsep multi mux operator adalah persaingan usaha yang tidak sehat antar TV swasta yang menjadi operator dengan yang menyewa.
(kri)
Berita Terkait
KPI: Informasi Melimpah...
KPI: Informasi Melimpah Harus Diimbangi dengan Kapasitas Literasi Media yang Kuat
Ketua KPI: Literasi...
Ketua KPI: Literasi Media Jadikan Masyarakat di Perbatasan Dapat Hak Akses ke Berbagai Media
KPI Minta Lembaga Penyiaran...
KPI Minta Lembaga Penyiaran Sajikan Informasi Lengkap Kontestasi Pilkada 2024
Media Massa Harus Pikirkan...
Media Massa Harus Pikirkan Efek Pemberitaan
KPI Tegaskan Siap Buka...
KPI Tegaskan Siap Buka Informasi Apapun kepada Komnas HAM
KPI Sebut Hoaks hingga...
KPI Sebut Hoaks hingga Ujaran Kebencian Tumbuh Subur di Media Baru, Ini Sebabnya
Berita Terkini
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Yusril Ungkap Modus 'Permainan' di Jajaran Imigrasi
DPR Awasi Tata Kelola...
DPR Awasi Tata Kelola BGN Buntut Dadan Cs Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved