MK Tolak Gugatan Aturan Remisi Lima Napi Korupsi

Selasa, 07 November 2017 - 14:29 WIB
MK Tolak Gugatan Aturan...
MK Tolak Gugatan Aturan Remisi Lima Napi Korupsi
A A A
JAKARTA - Mahkamah Konstusi (MK) menolak permohonan gugatan uji materi (judicial review) yang diajukan lima narapidana korupsi atas Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang (UU) 12/1995 tentang Pemasyarakatan.

"Amar putusan, mengadili, menolak permohonan para pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua MK Arief Hidayat saat membacakan putusan di Gedung MK, Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Dalam pertimbangannya, mahkamah beranggapan bahwa hak memperoleh remisi adalah hak terbatas, yaitu dibatasi syarat dan tata cara tertentu.

Adanya perbedaan pemberian remisi yang dilakukan pemerintah juga dimungkinkan sesuai Pasal 14 UU 12/1995 yang didelegasikan dalam peraturan pemerintah (PP).

"Hak remisi dapat diperoleh jika syarat dan tata cara dimaksud, dipenuhi oleh narapidana. Jika tidak, narapidana tidak akan pernah memperoleh hak tersebut," ujar hakim konstitusi, Manahan MP Sitompul.

Menurut MK wewenang pemerintah mengatur syarat dan tatacara remisi diperbolehkan karena aturan perundangan yang lebih tinggi dapat mendelegasikan kewenangan kepada peraturan yang lebih rendah yaitu PP.

Di mana dari PP tersebut jadi panduan dan menentukan syarat dan tata cara pemberian remisi. Lebih jauh mahkamah juga memandang bahwa permohonan pemohon sesungguhnya mempersoalkan peraturan pelaksanaan dari UU 12/1995 yaitu PP.

Sehingga keberatan terhadap hal itu telah berada diluar kewenangan mahkamah untuk memeriksa. "Di luar yuridiksi mahkamah untuk memeriksa, mengadili dan memutusnya," lugasnya.

Sebelumnya lima narapidana korupsi, Suryadharma Ali, Otto Cornelis Kaligis, Irman Gusman, Barnabas Suebu, serta Waryono Karno menggugat aturan pembatasan pemberian remisi kepada narapidana.

Khususnya kasus korupsi yang diatur dalam Pasal 14 Ayat 1 UU 12/1995. Aturan tersebut dianggap bersifat diskriminasi, karena tidak semua narapidana bisa mendapatkan potong masa hukuman meski telah berperilaku baik.
(maf)
Berita Terkait
Survey Sentimen Publik...
Survey Sentimen Publik atas Putusan MK Soal Ambang Batas Presiden
Tanpa Proses Kocok Ulang,...
Tanpa Proses Kocok Ulang, Saldi Isra Kembali Jabat Hakim MK
Jelang Putusan Dugaan...
Jelang Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim MK, Begini Kondisi Terkini di Gedung Mahkamah Konstitusi
Akademisi Nilai MK Terancam...
Akademisi Nilai MK Terancam Jadi Lembaga Perusak Konstitusi
MK Tolak Gugatan Syarat...
MK Tolak Gugatan Syarat Usia Minimal Hakim Konstitusi 55 Tahun
Putusan MK Diharapkan...
Putusan MK Diharapkan Diterima Semua Pihak
Berita Terkini
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Mendagri Apresiasi 10...
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII dari Beragam Latar Belakang
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved