Putra Daerah Butuh Dukungan Pemerintah

Senin, 06 November 2017 - 18:04 WIB
Putra Daerah Butuh Dukungan...
Putra Daerah Butuh Dukungan Pemerintah
A A A
JAKARTA - Putra daerah seperti di Papua butuh dukungan fasilitas dari pemerintah agar mampu membangun daerahnya sendiri. Di Papua, sektor pendidikan, urusan haji, dan pengalokasian anggaran untuk pondok-pondok pesantren sudah seharusnya dikelola putra-putri daerah.

Hal tersebut ditegaskan Anggota Komisi VIII DPR dari Papua Muhammad Yudi Kotouky saat mengikuti kunjungan kerja ke Jayapura, Papua, Kamis 2 November 2017.

Menurut Yudi, sektor pendidikan, haji, anggaran bagi pesantren jadi persoalan yang menonjol selama ini. “Putra-putra asli daerah itu sebenarnya ingin bisa mengabdi di desanya setelah mereka menempuh jenjang pendidikan yang baik, asalkan fasilitas, sarana, dan prasarananya didukung dan dilengkapi. Selama ini, nasib mereka tidak diperhatikan, sehingga akhirnya mereka memilih untuk bekerja di daaerah lain,” ungkap Yudi.

Yudi menegaskan, seharusnya putra daerah diberikan dukungan fasiitas yang layak, seperti tempat tinggal, gaji bulanan yang lancar, jatah beras, dan diprioritaskan untuk diangkat menjadi pegawai tetap.

“Semua harus dibuktikan dan direalisasikan, bukan hanya sekadar janji omongan saja. Masyarakat Papua butuh bukti konkret,” tandas politisi PKS itu.

Terkait masalah konflik antarumat beragama yang pernah terjadi di Papua, Yudi mengemukakan sesungguhnya toleransi antarumat beragama di Papua sangat kuat. Hal tersebut sudah ditanamkan sejak zaman nenek moyang terdahulu bahwa semua agama mengajarkan kebaikan. Hanya caranya saja yang berbeda.

“Konflik antarumat beragama di Papua terjadi karena ada pihak-pihak yang mempolitisir dan memprovokasi masalah itu. Untuk mencegah dan menangani persoalan tersebut, perlu ada upaya pendekatan baik oleh pemerintah pusat maupun Pemda kepada masyarakat guna mensosialisasikan dan memberi pengarahan secara langsung,” harapnya.

Selain itu ada juga permasalahan di bidang sosial. seperti implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dan masalah normalisasi sungai-sungai besar di daerah pedalaman.

“Sungai-sungai besar di pedalaman seringkali menimbulkan bencana banjir yang merugikan masyarakat. Sampai saat ini tidak ada perhatian dari pemerintah untuk menangani masalah tersebut,” ujarnya.
(dam)
Berita Terkait
DPR Kumandangkan Lagu...
DPR Kumandangkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Setiap Pagi
Anggota DPR Bakal Dapat...
Anggota DPR Bakal Dapat Tanda Penghargaan Jelang Purnatugas
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Para Guru Besar Desak...
Para Guru Besar Desak DPR Usut Dugaan Penyalahgunaan Kekuasaan Eksekutif
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Berita Terkini
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Pengamat Militer dan...
Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Kortas Tipikor Tetapkan...
Kortas Tipikor Tetapkan Eks Dirut PTPN XI Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pabrik Gula Assembagoes
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved