Respons Eks Wakil Ketua KPK Terkait Pembentukan TGPF Kasus Novel

Sabtu, 04 November 2017 - 15:39 WIB
Respons Eks Wakil Ketua...
Respons Eks Wakil Ketua KPK Terkait Pembentukan TGPF Kasus Novel
A A A
JAKARTA - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan belum satu suara menyikapi usulan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyerangan dan penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

Menanggapi hal ini, mantan Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Rianto mengaku dirinya tidak bisa berkomentar lebih banyak, karena sudah tidak berada lagi di lembaga tersebut.

"Kalo dulu kita di sana baik-baik saja, dan (friksi-friksi) di dalam satu organisasi, itu kita selesaikan dengan baik, tepat, kita jaga soliditas organisasi," ujar Bibit di Kantor DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (4/11/2017).

Diakui Bibit, mekanisme keputusan pimpinan KPK di Indonesia berbeda dengan KPK Singapura. Di mana keputusan KPK bersifat kolektif kolegial.

Sementara di Singapura, keputusan bisa diambil oleh Ketua yang mempresentasikan dari keputusan organisasi/lembaga serupa KPK di sana. Menurut dia, pengalaman tersebut dirasakan dirinya sewaktu masih bertugas di KPK.

"Kita sendiri ngotot kan gak mungkin yang empat orang akhirnya kita voting, mana yang kuat mana yang merasa berbeda (disenting) opinian kita hargai keputusan itu, itu kuncinya di situ," katanya.

Saat dimintai komentar mengenai perlu tidaknya pembentukan TGPF kasus Novel, Bibit mengaku enggan menilai. Sebab pembentukan tim tersebut masih melihat perkembangan penanganan kasus, plus harus sesuai data yang memadai.

Kendati begitu, Bibit berpesan agar KPK tetap fokus dalam tugasnya memberantas korupsi. "Jaga soliditas maju terus berantas korupsi," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
Novel Baswedan Jadi...
Novel Baswedan Jadi Saksi Sidang Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette
Dua Polisi Penyiram...
Dua Polisi Penyiram Air Keras Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Penjara
Novel Baswedan: Hari...
Novel Baswedan: Hari Ini, 5 Tahun Lalu Saya Diserang Air Keras
Novel Baswedan Kutuk...
Novel Baswedan Kutuk Teror Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus: Ini Kejahatan Luar Biasa!
Penyiram Air Keras Novel...
Penyiram Air Keras Novel Baswedan, Rahmat Kadir Divonis 2 Tahun Penjara
Hakim Bilang Pelaku...
Hakim Bilang Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Amatir, Novel: Apa Dia Nyuruh Diulang Lebih Profesional?
Berita Terkini
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Infografis
Respons Jubir Militer...
Respons Jubir Militer Hamas Terkait Pemimpin Baru Yahya Sinwar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved