RI-AS Bahas Terorisme Maritim dan Pemberantasan IUU Fishing

Kamis, 02 November 2017 - 13:52 WIB
RI-AS Bahas Terorisme...
RI-AS Bahas Terorisme Maritim dan Pemberantasan IUU Fishing
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Naval Postgraduate School (NPS) dan Naval War College (NWC) menggelar seminar internasional bertajuk 2nd Maritime Defense in Littoral Environment. Acaranya yang berlangsung selama tiga hari mulai 30 Oktober hingga 1 November lalu di Hotel Ritz Carlton, Jakarta ini merupakan seminar lanjutan yang sebelumnya digelar pada akhir Februari lalu.

Mekanisme seminar ditata agar peserta seminar lebih aktif berdiskusi dengan membagi para peserta seminar ke dalam beberapa kelompok untuk membahas isu-isu tersebut. Seminar lebih fokus membahas isu-isu tertentu terkait dengan implementasi kebijakan Poros Maritim Dunia. Termasuk keamanan maritim terkini.

Isu keamanan maritim yang dibahas secara mendalam dari aspek hukum dan aspek operasional, utamanya dari perspektif pilar pertahanan maritim. "Penanganan terorisme maritim dan pemberantasan IUU Fishing adalah dua isu keamanan maritim yang paling menonjol dibahas," ujar Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Universitas Pertahanan (Unhan) Laksda TNI Amarulla Octavian.

Berdasarkan hukum internasional dan nasional, maka penanganan terorisme maritim merupakan ranah hukum militer sesuai dengan rezim laut dan platform yang mengalami serangan teroris. Baik platform yang dinamis seperti kapal maupun platform yang statis seperti kilang minyak di tengah laut.

"Sedangkan pemberantasan IUU Fishing banyak dianalisis tata cara kerjasama internasional menghadapinya sebagai bentuk transnational maritime crime yang mengancam stok ikan dunia dan merusak ekosistem kelautan," ucapnya.

Seminar dihadiri Asisten Deputi Koordinator Bidang Keamanan dan Ketahanan Maritim Kemenko Maritim Basilio Araujo, serta Dirjen Strahan Kemhan RI Mayjen TNI Yoedhi Swastanto. Hadir pula para pejabat sipil dan militer dari lintas kementerian, Mabes TNI, Mabes TNI AD, Mabes TNI AL, Mabes TNI AU, Bakamla, lembaga think-tank, para pakar serta para dosen dan mahasiswa Unhan.

Dari Amerika Serikat (AS) hadir Duta Besar AS Joseph R. Donovan Jr, Panglima Armada ketujuh AS Vice Admiral (Laksdya) Philip G. Sawyer, Panglima Marinir ketiga AS Lieutenant General (Letjen) Lawrence D. Nicholson, Direktur Integrasi Intelijen Maritim Nasional Rear Admiral (Laksda) Robert D. Sharp beserta rombongan militer dan coastguard serta profesor dari NPS dan NWC.
(poe)
Berita Terkait
Ambil Alih Ruang Kendali...
Ambil Alih Ruang Kendali Udara dari Singapura, Indonesia Perkuat Kedaulatan Udara
Indonesia Punya Peran...
Indonesia Punya Peran Penting dalam Diplomasi Internasional
Wakil PM Malaysia Bersama...
Wakil PM Malaysia Bersama Menko Polkam Bahas Wilayah Perbatasan hingga Terorisme
Travel Alliance + Grab...
Travel Alliance + Grab + Trip.com = Kombo Mantap untuk Ngebolang Keliling Asia!
Kisah di Balik Monumen...
Kisah di Balik Monumen Soekarno Rancangan Ridwan Kamil di Aljazair
Memahami Pendekatan...
Memahami Pendekatan Luar Negeri Prabowo: Refleksi Lawatan ke LN
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved