Mendagri Akui Kenal Baik Bupati Nganjuk

Kamis, 26 Oktober 2017 - 16:55 WIB
Mendagri Akui Kenal...
Mendagri Akui Kenal Baik Bupati Nganjuk
A A A
BOGOR - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku heran banyak kepala daerah yang terjerat kasus korupsi.

Hal itu diungkapkan Tjahjo menyikapi penangkapan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu 25 Oktober 2017 malam.

"Saya juga heran, padahal sistem pencegahan dan pemberantasan korupsi di kalangan pejabat kepala daerah itu sudah ada. Tapi kenapa, kok masih ada yang korupsi malah semakin besar, apakah yang salah sistemnya? Saya kira tidak. Ya, kita kembalikan kepada masing-masing individu yang ada," ungkap Tjahjo saat ditemui usai memberikan kuliah umum di Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/10/2017).

Dia juga tidak menyangka Bupati Nganjuk Taufiqurrahman ditangkap KPK. "Contoh yang terakhir ini, sudah pernah kena OTT KPK, kemudian menang (praperadilan) di pengadilan. Bahkan ketika acara pengarahan presiden (agar kepala daerah tak takut ditangkap KPK) pada jam 15.00 WIB, dia (Taufiqurrahman) hadir juga, eh malamnya masih saja terima," tuturnya. (Baca juga: Bupati Nganjuk Ditangkap Usai Hadiri Undangan Presiden Jokowi )

Dia menilai Taufiqurrahman adalah sosok pejabat sukses. Tjahjo pun mengaku mengenal baik dengan rekan separtainya ini. "Dia teman saya, saya kenal baik dia, dia itu Bupati yang sukses (memimpin daerahnya-red) selama 10 tahun. Yang kena nih rata-rata orang (kepala daerah) yang sukses lho. Selain, Nganjuk contohnya Bupati Batubara, itu independen bukan dari partai," ucapnya.

Tjahjo mengaku telah melakukan berbagai upaya, di antaranya berkoordinasi dengan KPK dan membentuk lembaga pengawas gabungan, guna memetakan daerah rawan korupsi.

"Kita sudah rapat dengan KPK, membuat Korsubgab KPK, akhirnya kita memetakan area-area korupsi tadi, termasuk daerah. Bahkan KPK juga sudah pernah mengeluh tentang daerah Sumatera Utara dan Banten, itu masuk Korsubgab, kemudian kita supervisi. Kok masih saja ada yang kecolongan kayak gini. Seperti Batu Bara itu," katanya.

Tjahjo mengaku bekerja ekstra guna meminimalisasi atau mencegah terjadinya tindak pidana korupsi pejabat daerah yang memang dibawah pengawasan dan pembinaan Kemendagri.

"Padahal sudah dua tahun kami supervisi terus. Datangi terus, kemudian memberikan saran agar hati-hati dengan masalah perencanaan anggaran maupun jual beli jabatan. Tapi tetap saja," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Baru OTT 2 Kali Sepanjang...
Baru OTT 2 Kali Sepanjang Semester I Tahun 2025, KPK Minta Maaf
Breaking News: OTT Lagi,...
Breaking News: OTT Lagi, KPK Tangkap Pejabat Pengadilan di Surabaya
KPK Lakukan Tangkap...
KPK Lakukan Tangkap Tangan di Jakarta dan Semarang
Selama KPK Berdiri Sudah...
Selama KPK Berdiri Sudah 141 OTT Digelar dan 100% Terbukti di Persidangan
BREAKING NEWS: KPK OTT...
BREAKING NEWS: KPK OTT Pejabat Negara di Yogyakarta dan Jakarta
KPK OTT Pejabat Daerah...
KPK OTT Pejabat Daerah di Kuansing Riau
Berita Terkini
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved