UU Penyiaran Baru Diharapkan Perkuat Demokrasi

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:39 WIB
UU Penyiaran Baru Diharapkan...
UU Penyiaran Baru Diharapkan Perkuat Demokrasi
A A A
JAKARTA - Undang-undang (UU) tentang Penyiaran yang baru nantinya diharapkan memperkuat demokrasi. Karena tidak ada alasan atau dalih apapun mengembalikan semua kewenangan terkait penyiaran kepada negara.

Hal itu dikatakanoleh Kapoksi Fraksi Partai Nasdem di Badan Legislatif (Baleg) DPR Luthfi Andi Mutty dalam diskusi Polemik Radio MNC Trijaya Network Bertajuk RUU Penyiaran, Demokrasi dan Masa Depan Media di Warung Daun, Cikini.

"Itu tidak boleh lagi terulang seperti era-era sebelumnya," kata Luthfi Andi, di Jakarta, Sabtu (21/10/2017).

Maka itu kata dia, UU Penyiaran yang baru nantinya harus berkeadilan. "Dalam arti negara hadir mengatur frekuensi. Karena frekuensi adalah sumber daya alam yang terbatas," ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, frekuensi harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

"Tapi juga kehadiran swasta itu harus dibuka, diberi peluang dengan catatan, harus diatur sedemikian rupa, sehingga dapat menghindari konglomerasi di bidang penyiaran," ujarnya.

Sebab, konglomerasi penyiaran dianggap berbahaya bagi demokrasi. "Negara hadir untuk mengatur penggunaan frekuensi, swasta hadir untuk memberikan informasi yang berimbang dengan aturan-aturan yang ditetapkan negara," pungkasnya.‎

Adapun Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Penyiaran masih dibahas Badan Legislasi (Baleg) DPR. RUU itu mulai dibahas oleh anggota DPR periode sebelumnya, sekitar tahun 2008 silam.
(maf)
Berita Terkait
Media Massa Harus Pikirkan...
Media Massa Harus Pikirkan Efek Pemberitaan
Media Harus Tanamkan...
Media Harus Tanamkan Kode Etik Jurnalistik dalam Pemberitaan
Kebakaran Jakarta Islamic...
Kebakaran Jakarta Islamic Center Jadi Pemberitaan Media Asing
Kunjungi iNews Media...
Kunjungi iNews Media Group, Kadispenad Perkuat Silaturahmi dan Kerja Sama Pemberitaan
IJTI Imbau Media Tidak...
IJTI Imbau Media Tidak Mengeksploitasi Pemberitaan Kasus Anak
iNews Media Group Temui...
iNews Media Group Temui Mensos Risma Perkuat Silaturahmi dan Kerja Sama Pemberitaan
Berita Terkini
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved