Jokowi Ingin Pastikan Dana Desa Berjalan Optimal di Lapangan
Rabu, 18 Oktober 2017 - 17:16 WIB
Jokowi Ingin Pastikan Dana Desa Berjalan Optimal di Lapangan
A
A
A
BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Indonesia mempunyai 74.958 desa dan 8.340 keluarahan. Jokowi sangat berharap seluruh desa/kelurahan itu harus dibangun. Hal itu disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas 'optimalisasi Dana Desa' di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/10/2017).
Jokowi mengaku menginginkan agar perekonomian di desa bisa bergerak. "Tidak kalah cepatnya dengan pergerakan perekonomian yang ada di kota," ucap Jokowi dalam pengantar ratas.
Jokowi menuturkan, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa, pemerintah telah menggelontorkan dana desa sebesar Rp20,76 triliun pada 2015, kemudian tahun 2016 sebesar Rp46,98 triliun dan tahun 2017 sebesar Rp60 triliun.
Menurutnya, dana tersebut terbilang besar. "Sangat besar, dan yang perlu kita pastikan adalah dana itu bisa berjalan optimal di lapangan," ujarnya.
Untuk hal itu, Jokowi berpesan agar dana desa tersebut digunakan untuk kegiatan yang produktif dan membuka lapangan pekerjaan. Selain itu, mantan Wali Kota Solo ini juga berpesan agar perencanaan pembangunan desa di musyawarahkan dengan masyarakat desa, termasuk melibatkan pendamping desa yang betul-betul mengetahui dengan baik.
"Terkait jenis proyeknya, waktu pengerjaan, dikawal dan juga managemen lapangannya diawasi semuanya," tandasnya.
Jokowi mengaku menginginkan agar perekonomian di desa bisa bergerak. "Tidak kalah cepatnya dengan pergerakan perekonomian yang ada di kota," ucap Jokowi dalam pengantar ratas.
Jokowi menuturkan, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa, pemerintah telah menggelontorkan dana desa sebesar Rp20,76 triliun pada 2015, kemudian tahun 2016 sebesar Rp46,98 triliun dan tahun 2017 sebesar Rp60 triliun.
Menurutnya, dana tersebut terbilang besar. "Sangat besar, dan yang perlu kita pastikan adalah dana itu bisa berjalan optimal di lapangan," ujarnya.
Untuk hal itu, Jokowi berpesan agar dana desa tersebut digunakan untuk kegiatan yang produktif dan membuka lapangan pekerjaan. Selain itu, mantan Wali Kota Solo ini juga berpesan agar perencanaan pembangunan desa di musyawarahkan dengan masyarakat desa, termasuk melibatkan pendamping desa yang betul-betul mengetahui dengan baik.
"Terkait jenis proyeknya, waktu pengerjaan, dikawal dan juga managemen lapangannya diawasi semuanya," tandasnya.
(pur)