Sebanyak 28 Juta Perempuan Usia Produktif Alami Kekerasan Seksual

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 00:27 WIB
Sebanyak 28 Juta Perempuan...
Sebanyak 28 Juta Perempuan Usia Produktif Alami Kekerasan Seksual
A A A
YOGYAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise mengaku prihatin masih banyak perempuan Indonesia yang mengalami kekerasan seksual. Ironisnya, korban kekerasan itu dialami remaja usia produktif.

Dia mengatakan, hasil riset Badan Pusat Statistik Nasional tahun 2016 lalu, terdapat 28 juta perempuan usia produktif mengalami kekerasan seksual. Mereka masih berusia 16 hingga 25 tahun

"Yang memprihatinkan, korban perempuan usia masih produktif itu hingga saat ini masih mengalami trauma," kata Yohana saat peluncuran 'Desa Ramah Anak dan Perempuan' di Balai Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, DIY, Jumat (13/10/2017) sore.

Saat ini, kata dia, belum diketahui secara pasti jumlah kekerasan terhadap perempuan, baik kekerasan fisik, seksual, psikis, dan sosial di masyarakat. Dia berharap jumlah kekerasan terhadap perempuan sebagai korban menurun dibanding tahun lalu.

Hanya saja, kata dia, informasi yang diperoleh dari berbagai daerah melaporkan ada peningkatan jumlah kekerasan. Untuk itu, pihaknya mengajak supaya masyarakat sadar dan peduli mengendalikan jumlah kekerasan terhadap perempuan.

Kementeriannya baru akan melakukan survei secara nasional khusus untuk melihat perkembangan kasus kekerasan pada perempuan ini, tahun depan. Apakah kekerasan dalam bentuk psikis, fisik, ataupun kekerasan seksual.

Terkait desa ramah anak dan perempuan, Yohana menjelaskan, hingga saat ini baru ada satu desa yang dilaunching menjadi desa ramah anak dan perempuan. Dia mengatakan, kehadiran Desa Srigading dan Bantul ini karena adanya peran dari Pusat Studi Wanita (PSW) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Desa ramah anak dan perempuan, ke depan diharapkan bisa dikembangkan ke daerah secara nasional mengingat saat ini sangat kurang. Dari 523 Kabupaten/Kota se Indonesia, baru 320 yang baru menyandang status daerah ramah anak dan perempuan.

Terdapat 24 indikator yang harus dipenuhi sebuah daerah untuk bisa ditetapkan sebagai wilayah ramah anak dan perempuan. Syarat yang cukup banyak itu di antaranya, semua anak harus memiliki akte kelahiran, harus bersekolah, tidak ada kekerasan yang menimpa anak dan perempuan, ada fasilitas umum bagi anak untuk beraktifitas kreatif dan sejumlah syarat lainnya.
(pur)
Berita Terkait
Tingkatkan Sinergi Lembaga...
Tingkatkan Sinergi Lembaga Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Terima Kunjungan Komnas...
Terima Kunjungan Komnas Perempuan, Jokowi Dukung Implementasi UU TPKS
Kasus Kekerasan Perempuan...
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sinjai Menurun
Pencegahan dan Penanganan...
Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan
Posko Pengaduan Kekerasan...
Posko Pengaduan Kekerasan Seksual Dibuka, Korban Diminta Tak Takut Melapor
Tekan Kekerasan Gender,...
Tekan Kekerasan Gender, TII Dorong Pemerintah Perkuat Layanan bagi Korban
Berita Terkini
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Tuntas Verifikasi Laporan...
Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor
Kejagung Tunjuk 9 Eks...
Kejagung Tunjuk 9 Eks Jaksa KPK Tangani Kasus Febrie, Pakar: Harus Jawab Harapan Masyarakat
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved