Indonesia Jangan Lengah Terkait Isu Papua Merdeka di PBB

Senin, 02 Oktober 2017 - 08:56 WIB
Indonesia Jangan Lengah...
Indonesia Jangan Lengah Terkait Isu Papua Merdeka di PBB
A A A
JAYAPURA - Terkait mencuatnya isu petisi dukungan Papua merdeka pada sidang PBB beberapa waktu lalu, dan disebutnya pihak PBB dalam hal ini Ketua Komite Khusus Dekolonialisasi PBB (C-24) Rafael Ramirez tidak akan menerima petisi itu.

Akademisi Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih (Uncen), Marinus Yaung menyebutkan, adanya isu ini maka Pemerintah Indonesia harus lebih berhati-hati.

"Bahasa politik itu bersayap, jadi harus hati-hati, kita harus melihat gestur dan cara berbicara Bapak Ramirez," kata Marinus Yaung, yang juga telah dikirimi rilis PBB Komite Khusus Dekolonialisasi, melalui pihak Kemenlu, Senin (2/10/2017).

Menurutnya, politik semacam itu yang diwaspadai adalah gerakan diam-diam atau yang disebutnya bawah meja. Pasalnya kata Marinus, dari sumber terpercayanya di New York, menyebut pihak Ramirez telah menunjuk tim untuk bertemu langsung dengan Beny Wenda.

"Gerakan diam-diam bawah meja itu yang harus diwaspadai. Karena saya mendapat informasi, bahwa Ramirez menunjuk tim untuk bertemu Beny Wenda, dan Menerima petisi itu,"katanya.

Marinus mengutarakan, jika pihak Menlu meminta saran terkait permasalahan isu dukungan 1.8 juta penduduk Papua mendukung Referendum.

"Saya juga sudah sampaikan kepada pihak Menlu, Indonesia jangan lengah dalam mengantisipasi lobi-lobi seperti ini. Perlu politikus yang betul-betul berkompetisi dalam hal Papua, yang bisa berbicara di dewan PBB," terangnya.

Dikatakan, jika permasalahan Papua tidak ingin mencuat di PBB, maka harus dilakukan komunikasi intensif dengan pihak PBB lagi, sehingga isu tidak bisa masuk dan berkarya bebas.

"Oleh karena itu tempatkan orang-orang yang berkompetisi dengan masalah Papua, jangan tarik orang yang tidak paham dan asal bicara. Jangan lagi kecolongan, jangan sampai seperti pengalaman lalu, yang di PIF, kan jebol juga," katanya.

Marius bahkan menyebut, pihak Menlu gagal dalam mengantisipasi isu Papua Merdeka di dewan PBB. "Ini juga teguran keras untuk orang di Kementerian Luar Negeri, mereka ini juga gagal untuk mengantisipasi isu Papua sampai masuk ke PBB," ucapnya.

(Baca juga: Wiranto Sebut Isu Papua Merdeka Hanya untuk Pecah Belah Bangsa)

Seperti diberitakan The Guardian, tokoh Separatis Papua Beny Wenda mengaku telah menyerahkan petisi 1.8 juta penduduk Papua ke Komite Khusus Dekolonialisasi PBB. Menyebutkan petisi diselundupkan ke desa-desa untuk menghindari penangkapan aparat.

Lalu apakah petisi itu benar, sedangkan jaringan komunikasi ke pelosok Papua masih sangat sulit. Beny Wenda pun dituding berbohong dan membuat petisi hoax. Tidak hanya sekali, pihak Beny Wenda telah melakukan pembohongan publik beberapa kali.

Hal inipun telah disampaikan langsung oleh Ramirez yang membantah Beny Wenda dalam berita The Guardian. Ramirez menyebut isu Papua tidak termasuk dalam agenda C-24, dan sesuai mandat dari Komite Dekolonisasi terbatas kepada 17 Non-Self-Governing Territories.
(maf)
Berita Terkait
Situasi Konflik di Tanah...
Situasi Konflik di Tanah Papua Belum Ada Tanda-tanda Berakhir
Keluar dari Situasi...
Keluar dari Situasi Konflik di Papua
Polri Ajak Mahasiswa...
Polri Ajak Mahasiswa dan Pemuda Bantu Selesaikan Masalah Papua
Ketua KNPB Wilayah Maybrat...
Ketua KNPB Wilayah Maybrat Papua Barat Dibekuk, Polisi: Lakukan Pembunuhan Keji 2 Warga
Menanti Jaminan Keamanan...
Menanti Jaminan Keamanan di Papua
Kelompok KNPB Aniaya...
Kelompok KNPB Aniaya Warga hingga Tewas di Maybrat Papua Barat
Berita Terkini
Beredar Isu Menteri...
Beredar Isu Menteri PU Dody Hanggodo Kena Reshuffle Agustus Mendatang, Istana Buka Suara
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan...
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan Penuntasan Kasus Febrie Adriansyah
Mantan Wakapolri Oegroseno...
Mantan Wakapolri Oegroseno Dipanggil soal Dugaan Korupsi Lahan, Kortastipikor: Masih Penyelidikan
Menteri PU Dody Hanggodo...
Menteri PU Dody Hanggodo Respons Isu Kena Reshuffle: Ampun Bos Ampun
TNI Habema Bergerak...
TNI Habema Bergerak Lebih Cepat, Ancaman Kelompok Bersenjata di Intan Jaya Dicegah
Prabowo: Gaji Hakim...
Prabowo: Gaji Hakim Naik Hampir 300%, Lebih Tinggi dari Singapura
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved