Megawati Perkenalkan Politik Humanis, Berwajah dan Berjiwa Kemanusiaan

Rabu, 27 September 2017 - 22:03 WIB
Megawati Perkenalkan...
Megawati Perkenalkan Politik Humanis, Berwajah dan Berjiwa Kemanusiaan
A A A
PADANG - Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri sangat mengapresiasi gelar Doktor Honoris Causa (DRHC) bidang politik pendidikan yang diberikan Universitas Negeri Padang (UNP). UNP dinilai telah membuka kembali cakrawala bahwa politik dan pendidikan tidak dapat dipisahkan.

Megawati mengatakan, politik menghasilkan sistem pendidikan, pendidikan berpengaruh pada kehidupan politik. Dalam pidato ilmiahnya yang berjudul, Politik Pendidikan Sebagai Jalan Pembebasan, Megawati menyampaikan pesan Bung Karno bahwa definisi politik yang hakiki adalah cara mengabadikan diri bagi kepentingan orang banyak.

"Dalam politik sesunggunya setiap individu dituntut untuk memberikan pengabdian yang tidak berorientasi pada kepentingan diri dan kelompoknya," ujar Megawati di Auditorim UNP, Padang, Rabu (27/9/2017).

Pada kesempatan itu dia juga memperkenalkan politik humanis, politik berwajah dan berjiwa kemanusiaan. Dia menuturkan, politik dimaksud adalah yang menuntun setiap orang untuk memiliki rasa empati dan menghayati perasaan orang lain.

Menurutnya, politik harus dipahami sebagai alat untuk memikirkan kebaikan dan kemaslahatan umat manusia. Dalam politik, kata dia setiap diri, dituntut untuk
mempersembahkan seluruh pengabdian diri sendiri untuk orang lain.

"Seperti yang diajakan Nabi Muhammad SAW, sebaik-baiknya manusia adalah yang memberi manfaat bagi manusia lain," uccapnya.

Dia mengingatkan bahaya dari politik menghalalkan segala cara untuk mencapai kekuasaan. Dia menambahkan, para aktor politiknya melakukan fitnah, pembunuhan karakter dan bahkan menganggap penghilangan nyawa lawan politik suatu hal yang lumrah.

Politik seperti ini, lanjut dia membuat hukum positif menjadi mandul dan pengetahuan hanya hanya akan menjadi stempel tindak kekerasan. Pernyataan ilmiah digunakan sebagai legitimasi dari tindakan amoral dan inkonstitusional. (Baca: Kemesraan Megawati dan SBY Didoakan Terus Langgeng)

"Politik pendidikan seperti apa yang akan diproduksi oleh mereka yang ingin berkuasa dengan menghapalkan segala cara? Masyarakat seperti apa yang akan lahir dari politik pendidikan semalam itu?" katanya.
(kur)
Berita Terkait
Masa Depan Politik di...
Masa Depan Politik di Indonesia: Politik Dinasti?
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Demokrasi Indonesia...
Demokrasi Indonesia Dinilai Masih Diwarnai Politik Identitas
Politik Santuy atau...
Politik Santuy atau Politik Baperan
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Crab Mentality Penggerus...
Crab Mentality Penggerus Soliditas Bangsa
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved