Kebutuhan Berbeda, Arahan Pemerintah Soal Dana Desa Jangan Terbatas

Sabtu, 09 September 2017 - 14:53 WIB
Kebutuhan Berbeda, Arahan...
Kebutuhan Berbeda, Arahan Pemerintah Soal Dana Desa Jangan Terbatas
A A A
JAKARTA - Pemerintah pusat diminta untuk tidak memberikan arahan yang membatasi penggunaan dana desa hanya untuk sektor tertentu. Kebebasan bagi daerah untuk menggunakan dana desa untuk sektor yang dibutuhkan masyarakat membuat pembangunan tepat guna dan manfaatnya lebih dirasakan orang banyak.

“Contoh tadi desa Pak Suwardi (Kades Plososari Kendal) mungkin kebutuhan akan jalan penghubung dusun sangat besar, 13 km. Jadi (lebih baik) kasih opsi, masukan sehingga desa membuat keputusan berdasarkan pengetahuan,” kata peneliti Kolaborasi Masyarakat Dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (Kompak) Sentot Pambudi saat menjadi pembicara diskusi Sindo Trijaya Radio “Rakyat, Desa dan Tanahnya” di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Menurut Sentot, kebutuhan masing-masing daerah memang bermacam-macam. Oleh karena itu arahan yang diberikan pemerintah pusat sebaiknya bersifat umum, dan lebih pada pencapaian target musyawarah rencana pembangunan (musrenbang). “Misalnya prioritas nasional soal air bersih yang masih jadi tantangan besar didesa, apa alternatifnya, oh embung apa irigasi,” kata Sentot.

Sentot melihat, empat program pilar yang diarahkan pemerintah agar dana desa digunakan khusus untuk membangun embung, BUMdes, sarana dan prasarana olahraga serta produk khas daerah belum tentu bisa dijalankan sepenuhnya oleh desa. Dia menyarankan agar hal ini tidak dipaksakan. “Jadi hormati betul asas subsidialitas, masyarakat bisa mengidentifikasi kebutuhannya sendiri tentunya dengan masukan, input, wawasan kepada masyarakat desa,” jelasnya.

Sebelumnya, Kades Desa Plososari Kendal Jawa Tengah mengeluhkan adanya pembatasan penggunaan dana desa untuk kebutuhan yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. Dia mengatakan realitasnya dilapangan kebutuhan desa berbeda dengan yang sudah diarahkan, atau lebih mengutamakan kebutuhan mendesak masyarakat.

“Kalau saya ikuti pak menteri (empat program pilar) misalnya saya bangun embung atau sarana prasarana olahraga saya didemo warga. Saat ini warga menginginkan jalan, karena jalan itu akses potensial meningkatkan ekonomi,” kata dia.
(pur)
Berita Terkait
Margarito Nilai Pembangunan...
Margarito Nilai Pembangunan Desa Tanpa Dana Desa Terancam Mandek
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Resolusi 2023, Mendes...
Resolusi 2023, Mendes PDTT Perkuat Orkestrasi Pembangunan Desa
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Soal Syarat Vaksin Haji,...
Soal Syarat Vaksin Haji, Pemerintah Diminta Aktif Lobi Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved