Masih Pro-Kontra, Kenaikan Dana Kunker DPR Perlu Dikaji Lagi

Selasa, 05 September 2017 - 01:54 WIB
Masih Pro-Kontra, Kenaikan...
Masih Pro-Kontra, Kenaikan Dana Kunker DPR Perlu Dikaji Lagi
A A A
JAKARTA - Usulan kenaikan anggaran kunjungan kerja (kunker) DPR ke luar negeri dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2018 menuai pro-kontra publik termasuk antarfraksi di DPR.

Bahkan, Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) mengusulkan, agar kenaikan anggaran sebesar Rp141,9 miliar itu perlu dikaji.

"Jika dikaitkan dengan fungsi DPR, perlu dikaji lagi secara serius apa perlu kenaikan setajam itu," kata Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto di Jakarta, Senin (4/9/2017).

Menurut Yandri, kenaikan itu cukup drastis dibandingkan anggaran sebelumnya. Sementara, kondisi masyarakat saat ini sedang memprihatinkan, jadi baiknya usulan itu dipertimbangkan secara matang.

Kemudian lanjut Yandri, kenaikan anggaran kunker ke luar negeri yang diusulkan oleh Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR ini sebaiknya dilselaraskan dengan fungsi-fungsi kedewanan. "Jangan sampai mengecewakan masyarakat yang diwakili," tegasnya.

Saat ini sambung anggota komisi II DPR itu, ada dua fungsi kunker DPR ke luar negeri yakni, fungsi diplomasi parlemen, di mana DPR bertemu dengan parlemen negara lain membahas kerja sama, dan fungsi legislasi untuk studi banding memperkaya substansi legislasi.

"Dua-duanya bisa maksimal kalau negara yang dituju memang ada kaitannya dengan kedua fungsi itu," tegasnya.

Sementara Anggota Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan, karena sifatnya masih usulan maka itu masih perlu pembahasan lagi. Tapi pada prinsipnya, kalau berbicara mengenai peningkatan fungsi DPR dalam diplomasi parlemen, tentu ada konsekuensi berupa anggaran.

"Yakni meningkatnya anggaran," kata Ketua DPP PDIP itu di Gedung DPR, Jakarta.

Namun demikian lanjutnya, harus juga dilihat bagian mana yang benar-benar membutuhkan peran parlemen di dalam peran diplomasi tersebut, dan bagian mana yang mungkin perlu dilakukan efisiensi.

"Sehingga dengan anggaran yang ada, anggaran yang cukup tapi tetap bisa melaksanakan tugas-tugas kedewanan dalam hal diplomasi internasional," ujarnya.
(maf)
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Perlu Solusi Jitu untuk...
Perlu Solusi Jitu untuk Mengatasi Kenaikan Harga Sembako
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved