Panas Terik, Delapan Jamaah Wafat di Arafah

Jum'at, 01 September 2017 - 11:52 WIB
Panas Terik, Delapan...
Panas Terik, Delapan Jamaah Wafat di Arafah
A A A
MAKKAH - Delapan jamaah haji Indonesia meninggal dunia saat akan dan tengah menjalani puncak haji di Padang Arafah. Ada empat jamaah wafat pada Rabu, 30 Agustus 2017 dan sisanya meninggal hari, Kamis, 31 Agustus 2017.

Penanggung jawab Klinik Kesehatan Hai Indonesia (KKHI) Arafah, Etik Retno Widayanti mengatakan, jamaah wafat karena penyakit penyerta sejak di Tanah Air. Lalu penyakit tersebut kambuh dipicu kelelahan dan cuaca panas.

"Ada karena penyakit jantung dan paru-paru yang kambuh dan diperberat dengan aktivitas fisik," ujar Etik saat ditemui di KKHI Arafah, Kamis, 31 Agustus 2017

Dia mengatakan sejak beroperasi pada Rabu pukul 07.00 WAS sampai Kamis sore, KKHI Arafah merawat 300 pasien. Sebagian besar jamaah dirawat karena dehidrasi.

Faktor cuaca yang panas ditambah aktivitas yang tinggi memicu penyakit yang sudah diderita jamaah kambuh saat di Arafah. "Jamaah yang sehat juga bisa dehidrasi dan kelelahan karena aktivitas yang tinggi dan kurang minum," ucapnya.

Sementara Dokter umum KKHI Arafah Wahyuni Dibyo mengatakan, jamaah mulai membanjiri KKHI pada Kamis pukul 10.00 WAS. Dia mengatakan jamaah khsyuk beribadah sehingga lupa minum dan malas makan. Dehidrasi bisa berujung pada serangan panas.

Berdasarkan pantauan di KKHI Arafah, sebagian besar jamaah yang dirawat adalah jamaah berusia lanjut. Kaki dan tubuh mereka dibungkus dengan cold pad yang telah direndam dengan es. Belasan pasien diinfus dan sebagian dibantu dengan oksigen.

Kapasitas KKHI Arafah sendiri sebenarnya hanya untuk 40 orang. Tapi fakta di lapangan klinik tersebut dipadati 70-an jamaah yang sakit. (Baca: Tangis Jamaah dan Petugas Haji Indonesia Pecah Saat Wukuf)

Kondisi serba darurat terlihat dari infrastruktur yang ada. Bentangan kawat sebagai penopang cantolan infus terlihat memanjang dari tenda sisi kiri dan kanan.

Setidaknya ada empat kawat yang melintang. Sementara penyanggah kawat di bawah menggunakan pipa paralon yang diapit kardus
Meski bekerja dalam keterbatasan, tim medis KKHI Arafah bekerja penuh semangat melayani jamaah.
(kur)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
Berita Terkini
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved