Waspadai Virus MERS, Jamaah Haji Diimbau Jauhi Unta

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 20:33 WIB
Waspadai Virus MERS,...
Waspadai Virus MERS, Jamaah Haji Diimbau Jauhi Unta
A A A
MADINAH - Jamaah haji Indonesia diminta tetap mewaspadai penularan Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV).

Dikutip dari Arab News, Sabtu (12/8/2017), seorang pria Arab Saudi berusia 58 tahun dan pria ekspatriat pria berusia 50 tahun wafat akibat sindrom pernapasan di Timur Tengah.

“Kami (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji/PPIH) tetap waspada dengan Mers-CoV. Benar ada dua orang yang meninggal karena virus ini. Satu warga Arab Saudi dan satu lagi ekspatriat. Lokasi keduanya berada di luar kota haji, tepatnya di sebelah utara Saudi,” ungkap Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusuf Singka kepada tim Media Center Haji (MCH) melalui pesan WhatsApp di Madinah, Sabtu (12/8/2017).

Selain kasus kematian dengan dugaan virus tersebut, ada dua kasus lagi yang menimpa dua wanita ekspatriat berusia 38 dan 42 tahun di Provinsi Al Jouf.

“Kota tempat korban Mers-CoV adalah Hail dan Khamis Mushayt,” sebutnya seraya mengatakan informasi didapat dari laporan Tim Kesehatan Haji Indonesia di Mekkah, yaitu Kabid Kesehatan dr Etik dan Kepala Seksi Kesehatan dr Melzan.

Tim kesehatan haji melalui Tim Promotif preventif (TPP) telah melakukan penyuluhan kepada jamaah haji agar berhati-hati.

“Selalu mencuci tangan dan jangan mendekati unta karena unta diduga sebagai medium penularan Mers-CoV. Kami sarankan agar jamaah haji jangan berfoto dengan unta. Jamaah juga diharapkan mengunduh aplikasi haji sehat yang bisa diunduh melalui PlayStore. Di sini banyak penyuluhan-penyuluhan untuk jamaah haji Idonesia,” imbau Eka.

Selain itu, Eka mengatakan, jamaah diharapkan mengenakan masker sebagai upaya mencegah penularan. Pencegahan sendiri dilakukan dengan melibatkan 30 Tim Promosi Preventif yang selalu menekankan kepada jamaah haji agar selalu hidup bersih dan sehat.

“Saya sendiri belum dapat konfimasi dari tim kami. Hanya melihat di berita,” ujarnya.

Kepala Seksi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr Edi Supriyatna juga mengatakan, tim kesehatan akan bekerja keras memberikan pemahaman kepada jamaah haji agar terhindar dari penyakit berbahaya.

“Kami telah memiliki TPP dan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk melakukan pertolongan gawat darurat dan pengendalian faktor risiko dari semua penyakit yang yang ada di Arab Saudi. Jadi bukan hanya untuk penyakit Mers-CoV saja,” paparnya.

Dia mengatakan, dalam materi penyuluhan yang disampaikan kepada jamaah adalah jamaah diminta tidak melakukan aktivitas yang berlebihan dan tidak perlu, termasuk berkunjung ke peternakan.
(dam)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Berita Terkini
Sempat Diragukan, Menhaj...
Sempat Diragukan, Menhaj Klaim Haji 2026 Jadi Salah Satu Penyelenggaraan Terbaik dalam Sejarah
MUI Desak Koruptor Dihukum...
MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Beri Efek Jera, Menyengsarakan Rakyat
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Pengadaan Gembok Lapas...
Pengadaan Gembok Lapas Rp92,5 M, Ditjenpas: Bukan Gembok Biasa dan Dirancang Khusus
PM India Akan ke Indonesia...
PM India Akan ke Indonesia Bertemu Prabowo, Bahas Ketahanan Pangan hingga Pertahanan
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Infografis
Jadwal Puncak Ibadah...
Jadwal Puncak Ibadah Haji 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved