Kemenag Buka WA Center untuk Jawab Permasalahan Jamaah Haji
Rabu, 09 Agustus 2017 - 17:00 WIB
Kemenag Buka WA Center untuk Jawab Permasalahan Jamaah Haji
A
A
A
MADINAH - Kementerian Agama (Kemenag) membuka banyak jalur komunikasi guna memberikan pelayanan maksimal kepada jamaah haji Indonesia pada tahun ini. Bukan hanya jamaah, komunikasi juga dibuka untuk masyarakat umum.
Salah satunya adalah keberadaan Call Center, SMS, dan WhatsApp (WA) Center. Call Center menggunakan nomor 9200 1 321. Sedangkan SMS dan WA Center nomornya kontaknya adalah 050 35000 17. Semua nomor merupakan nomor lokal Arab Saudi, sehingga perlu menambahkan kode negara +966 bila dihubungi dengan operator Tanah Air.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Ahmad Dumyathi Basori mengatakan, kedua nomor tersebut diharapkan dapat menjadi media komunikasi antara jamaah dengan petugas bila ada kebutuhan layanan.
"Begitu juga bagi orang lain saat mengetahui keberadaan jamaah yang membutuhkan layanan kami. Petugas akan standby (siaga) 24 jam selama musim haji," janji Dumyathi, Rabu (9/8/2017).
Nomor-nomor telepon tersebut juga sudah disosialisasikan sejak jauh hari sebelum keberangkatan jamaah. "Harapannya ini menyebar luas dan mudah diketahui. Supaya dapat dimanfaatkan oleh jamaah bila membutuhkan layanan," tandasnya.
Menurut dia, pengumuman nomor Call Center juga dibuat dalam bentuk stiker dan spanduk yang ditempel di hotel jamaah dan Bus Shalawat. Informasi dari jamaah, nantinya segera diproses oleh tim Call Center dan didistribusikan kepada para temus (tenaga musim) setelah dilakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan.
Proses penyelesaian masalah juga akan dipantau melalui alat komunikasi sejenis walkie talkie (Bravo). Sementara tracking (pencarian) petugas melalui aplikasi SiskoPPIH (Sistem Informasi dan Komunikasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji).
Layanan WhatsApp Center yang dimiliki Kantor Urusan Haji (KUH) Indonesia terbilang efektif. Layanan ini bisa menjadi solusi berbagai masalah yang dialami jamaah haji, misalnya lansia yang sering kali kesasar.
Dia mencontohkan ada pelapor bernama Cece yang menemukan jamaah seorang nenek yang tidak tahu jalan pulang ke pemondokan. Setelah diketahui detail lokasi dan kasusnya, petugas SiskoPPIH kemudian mencari petugas pendukung PPIH di sekitar Masjid Nabawi melalui layar tracking.
Selang beberapa menit, layar tracking memunculkan foto dan nama Junaidi Rosidi Syamsudin, petugas yang sedang berada di sekitar area Masjid Nabawi. Petugas SiskoPPIH kemudian menelpon Junaidi dan mem-forward lokasi jamaah yang tersesat ke WA Junaidi.
"Awalnya Junaidi sedang menuju ke masjid untuk salat, tapi setelah menerima intruksi dia langsung menjawab sanggup menjalankan perintah untuk menjemput nenek tersebut," ucap Ahmad Dumyathi.
Pasca-perintah, pergerakan Junaidi juga terpantau di monitor komando SiskoPPIH KUH. Yang bersangkutan termonitor sedang menuju lokasi si nenek dan mengantarkannya ke hotel tempat menginap, serta mempertemukan dengan jamaah satu rombongannya.
Contoh lainnya, informasi petugas berhasil menyelamatkan tas berisi uang Rp40 juta di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Petugas haji dengan sigap berhasil menyelamatkan uang tersebut secara utuh hanya dalam waktu tiga jam setelah aduan masuk ke WA Center.
Laporan melalui WA yang masuk langsung dikonfirmasi kebenaran dan kronologi kejadiaannya. Jamaah mengaku awalnya akan membawa tas ke kabin pesawat. Namun karena tidak muat jika ditaruh di kabin oleh pramugara pesawat tas tersebut dibawa. "Sampai seluruh penumpang turun, tas saya belum ditemukan juga," kata jamaah itu.
Setelah informasi aduan dirasa cukup dan tercatat, PPIH Arab Saudi mengecek keberadaan petugas di lapangan melalui layar monitor aplikasi SiskoPPIH. "Petugas yang mendapat arahan, bergerak mencari. Alhamdulillah dalam hitungan tiga jam, tas yang hilang bisa ditemukan," klaimnya.
Selain uang Rp40 juta, dalam tas tersebut juga terdapat uang SAR2.600 (Riyal Arab Saudi), jaket biru, handuk, sarung, dan lainnya. "Uang Rp40 juta itu terbungkus kantong cokelat," tuturnya.
Ditemukannya tas tersebut disambut baik jamaah yang kehilangan. "Alhamdulillah tas tentengan sudah saya terima dalam keadaan utuh tidak kurang suatu apa pun. Salut untuk PPIH Arab Saudi/Madinah, pantas diberikan jempol sepuluh," ungkapnya, sebagaimana dikutip dari pesan singkat yang masuk melalui WA Center.
Salah satunya adalah keberadaan Call Center, SMS, dan WhatsApp (WA) Center. Call Center menggunakan nomor 9200 1 321. Sedangkan SMS dan WA Center nomornya kontaknya adalah 050 35000 17. Semua nomor merupakan nomor lokal Arab Saudi, sehingga perlu menambahkan kode negara +966 bila dihubungi dengan operator Tanah Air.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Ahmad Dumyathi Basori mengatakan, kedua nomor tersebut diharapkan dapat menjadi media komunikasi antara jamaah dengan petugas bila ada kebutuhan layanan.
"Begitu juga bagi orang lain saat mengetahui keberadaan jamaah yang membutuhkan layanan kami. Petugas akan standby (siaga) 24 jam selama musim haji," janji Dumyathi, Rabu (9/8/2017).
Nomor-nomor telepon tersebut juga sudah disosialisasikan sejak jauh hari sebelum keberangkatan jamaah. "Harapannya ini menyebar luas dan mudah diketahui. Supaya dapat dimanfaatkan oleh jamaah bila membutuhkan layanan," tandasnya.
Menurut dia, pengumuman nomor Call Center juga dibuat dalam bentuk stiker dan spanduk yang ditempel di hotel jamaah dan Bus Shalawat. Informasi dari jamaah, nantinya segera diproses oleh tim Call Center dan didistribusikan kepada para temus (tenaga musim) setelah dilakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan.
Proses penyelesaian masalah juga akan dipantau melalui alat komunikasi sejenis walkie talkie (Bravo). Sementara tracking (pencarian) petugas melalui aplikasi SiskoPPIH (Sistem Informasi dan Komunikasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji).
Layanan WhatsApp Center yang dimiliki Kantor Urusan Haji (KUH) Indonesia terbilang efektif. Layanan ini bisa menjadi solusi berbagai masalah yang dialami jamaah haji, misalnya lansia yang sering kali kesasar.
Dia mencontohkan ada pelapor bernama Cece yang menemukan jamaah seorang nenek yang tidak tahu jalan pulang ke pemondokan. Setelah diketahui detail lokasi dan kasusnya, petugas SiskoPPIH kemudian mencari petugas pendukung PPIH di sekitar Masjid Nabawi melalui layar tracking.
Selang beberapa menit, layar tracking memunculkan foto dan nama Junaidi Rosidi Syamsudin, petugas yang sedang berada di sekitar area Masjid Nabawi. Petugas SiskoPPIH kemudian menelpon Junaidi dan mem-forward lokasi jamaah yang tersesat ke WA Junaidi.
"Awalnya Junaidi sedang menuju ke masjid untuk salat, tapi setelah menerima intruksi dia langsung menjawab sanggup menjalankan perintah untuk menjemput nenek tersebut," ucap Ahmad Dumyathi.
Pasca-perintah, pergerakan Junaidi juga terpantau di monitor komando SiskoPPIH KUH. Yang bersangkutan termonitor sedang menuju lokasi si nenek dan mengantarkannya ke hotel tempat menginap, serta mempertemukan dengan jamaah satu rombongannya.
Contoh lainnya, informasi petugas berhasil menyelamatkan tas berisi uang Rp40 juta di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Petugas haji dengan sigap berhasil menyelamatkan uang tersebut secara utuh hanya dalam waktu tiga jam setelah aduan masuk ke WA Center.
Laporan melalui WA yang masuk langsung dikonfirmasi kebenaran dan kronologi kejadiaannya. Jamaah mengaku awalnya akan membawa tas ke kabin pesawat. Namun karena tidak muat jika ditaruh di kabin oleh pramugara pesawat tas tersebut dibawa. "Sampai seluruh penumpang turun, tas saya belum ditemukan juga," kata jamaah itu.
Setelah informasi aduan dirasa cukup dan tercatat, PPIH Arab Saudi mengecek keberadaan petugas di lapangan melalui layar monitor aplikasi SiskoPPIH. "Petugas yang mendapat arahan, bergerak mencari. Alhamdulillah dalam hitungan tiga jam, tas yang hilang bisa ditemukan," klaimnya.
Selain uang Rp40 juta, dalam tas tersebut juga terdapat uang SAR2.600 (Riyal Arab Saudi), jaket biru, handuk, sarung, dan lainnya. "Uang Rp40 juta itu terbungkus kantong cokelat," tuturnya.
Ditemukannya tas tersebut disambut baik jamaah yang kehilangan. "Alhamdulillah tas tentengan sudah saya terima dalam keadaan utuh tidak kurang suatu apa pun. Salut untuk PPIH Arab Saudi/Madinah, pantas diberikan jempol sepuluh," ungkapnya, sebagaimana dikutip dari pesan singkat yang masuk melalui WA Center.
(maf)